Edukasi dan Promosi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

Authors

  • Oksfriani Jufri Sumampouw Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
  • Odi Roni Pinontoan Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
  • Jeini Ester Nelwan Universitas Sam Ratulangi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.471

Keywords:

penyakit tidak menular, pencegahan, pengendalian

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya perubahan organ manusia itu sendiri maupun juga penyakit yang termasuk kedalam penyakit degeneratif (faktor usia). Jenis PTM seperti penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit lainnya. PTM sering dialami oleh seseorang yang tidak menjaga kesehatan secara baik maupun juga kurang teratur dalam menjaga pola kesehatan tersebut. Mitra PKM diidentifikasi memiliki masalah yaitu telah menderita hipertensi dan lainnya yang dapat membatasi aktifitas maupun kualitas hidup mereka. Selain itu, dalam tahun ini telah 2 anggota mitra PKM yang mengalami kematian karena hipertensi yang tidak terkontrol. Solusi yang ditawarkan yaitu dilakukan edukasi tentang upaya pengendalian PTM khususnya hipertensi. Kegiatan intervensi yaitu melalui promosi kesehatan. Promosi kesehatan dengan metode kelompok dan menggunakan media audio visual. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan secara bertahap untuk kedua kelompok mitra. Target luaran berdasarkan artikel yang dipublikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat dan video yang dipublikasikan pada kanal Youtube. Kegiatan promosi kesehatan ini dilakukan pada 18 Agustus 2023 yang diorganisir oleh 2 orang dosen dan 3 orang mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan para Masyarakat telah memiliki pengetahuan tentang PTM dan upaya pencegahannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrose, S. (2018). Challenge of Non-communicable Diseases. Haematology Journal of Bangladesh, 2(02), 32-32.

Bawole, B. B., Umboh, J. M., & Sumampouw, O. J. (2018). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat pada murid Sekolah Dasar GMIM 9 dan Sekolah Dasar Negeri Inpres Pinangunian Kota Bitung. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(5).

Beaglehole R., Bonita R., Horton R., Adams C, Alleyne G.A.P. et. al. (2011). Priority actions for the non-communicable disease crisis. Lancet. 377(1438), 47.

Busetta, A., & Bono, F. (2021). Demographic aspects of aging. In Human Aging (pp. 13-34). Academic Press.

Dahal S, Sah RB, Niraula SR, Karkee R, Chakravartty A. (2021). Prevalence and determinants of non-communicable disease risk factors among adult population of Kathmandu. PLoS One. 16(9):e0257037–e0257037. doi: 10.1371/journal.pone.0257037

Dans, A., Ng, N., Varghese, C., Tai, E. S., Firestone, R., & Bonita, R. (2011). The rise of chronic non-communicable diseases in southeast Asia: time for action. The Lancet, 377(9766), 680-689.

Hidayah, N., Marwan, M., & Rahmawati, D. L. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Serentak PHBS Pada Tatanan Rumah Tangga. Journal of Community Engagement in Health, 3(2), 123-128.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular [National Action Plan for Prevention and Control of Non-Communicable Diseases].

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Available from: http://promkes.kemkes.go.id/phbs

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. Dirjen P2P. Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta

Kristanti D, Rahajeng E, Sulistiowati E, Kusumawardani N, Dany F. (2021). Determinants of diabetes comorbidities in Indonesia: a cohort study of non-communicable disease risk factor. Universa Medicina. 2021;40(1):3–13. doi: 10.18051/UnivMed.2021.v40.3-13

Kumalasari, I., Yuniati, F., & Amin, M. (2023). Edukasi dan Deteksi Dini Sebagai Upaya Promotif dan Preventif dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pelita Masyarakat, 5(1), 52-61.

Laksmidewi, A. A. A. P. (2016). Cognitive changes associated with normal aging. Proceeding the 4th Bali Neurology Update, 22-24.

Patimah, S., Darlis, I., Masriadi, M., & Nukman, N. (2021). Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Berbasis Masyarakat Melalui Kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 429-436.

Proverawati, A., & Rahmawati, E. (2012). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika, 2-105.

Rosdewi NN, Trisnowati H, Yuningrum H. (2020). Risk factors for non-communicable diseases among adolescents in The City Yogyakarta. Int Proc. 2020:666–676.

Septikasari, M. (2018). Upaya peningkatan peran serta kelompok PKK dalam pencegahan penyakit tidak menular. ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 336-342.

Simpson, O., & Camorlinga, S. G. (2017). A framework to study the emergence of non-communicable diseases. Procedia computer science, 114, 116-125.

Siswati, T., Margono, Husmarini, N., Purnamaningrum, Y. E., & Paramashanti, B. A. (2022). Health-promoting university: the implementation of an integrated guidance post for non-communicable diseases (Posbindu PTM) among university employees. Global Health Promotion, 29(3), 31-39.

Sudayasa IP, Rahman MF, Eso A, et al. (2020). Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe [Early Detection of Non-Communicable Disease Risk Factors in the Andepali Village Community, Sampara District, Konawe Regency]. J Commun Engage Health. 3(1):60–66. doi: 10.30994/jceh.v3i1.37

Trisnowati, H. (2018). Pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular (studi pada pedesaan di Yogyakarta). Hasanuddin University.

Umberger WJ, Rupa JA, Zeng D. (2020). Understanding food westernisation and other contemporary drivers of adult, adolescent and child nutrition quality in urban Vietnam. Public Health Nutr. 23(14):2571–2583. doi: 10.1017/S1368980020001354

Wekesah FM, Nyanjau L, Kibachio J, et al. (2018). Individual and household level factors associated with presence of multiple non-communicable disease risk factors in Kenyan adults. BMC Public Health. 18(S3):1220. doi: 10.1186/s12889-018-6055-8

World Health Organization South East Asia Regional Office. (2008). Regional Strategy for Health Promotion for South East Asia. Available from: http://www.searo.who.int/LinkFiles/Reports_and_Publications_HE_194.pdf

World Health Organization. (2009). A primer for mainstreaming health promotion. Working draft for The Nairobi Global Conference on Health Promotion. Geneva

World Health Organization. (2011). The urgency of health promotion. Overview: 7th Global Conference on Health Promotion, Kenya. Geneva. Available from: http://www.who.int /healthpromotion /conferences/7gchp/ overview/en /index.html .

World Health Organization. (2018). Noncommunicable diseases country profiles 2018 (online) diakses dari https://apps.who.int/iris/handle/10665/274512

Yuningrum H, Trisnowati H, Rosdewi NN. (2021). Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri dan Swasta di Kota Yogyakarta [Risk Factors for Non-Communicable Diseases (NCD) in Adolescents: A Case Study in Public and Private Senior High Schools in Yogyakarta]. Jurnal Formil. 6(1):41. doi: 10.35842/formil.v6i1.343

Zhang, L., Sun, W., Wang, Y., Wang, X., Liu, Y., Zhao, S., ... & Yu, L. (2020). Clinical course and mortality of stroke patients with coronavirus disease 2019 in Wuhan, China. Stroke, 51(9), 2674-2682.

Downloads

Published

2023-11-24

How to Cite

Sumampouw, O. J., Pinontoan, O. R., & Nelwan, J. E. (2023). Edukasi dan Promosi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 2081–2087. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.471

Issue

Section

Articles