Penyuluhan Kesehatan Tentang Anemia Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Di SMA Negeri 3 Kupang
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4727Keywords:
Anemia, Tablet Tambah Darah, RemajaAbstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada kelompok remaja, khususnya remaja putri. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Salah satu upaya pencegahan anemia yang dilakukan pemerintah adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri. Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih tergolong rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai anemia dan pentingnya konsumsi TTD melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan P-Process. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kupang dengan sasaran siswa dan siswi kelas X dan XI. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi, perancangan strategi komunikasi, pengembangan media edukasi, implementasi penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta meningkat dari 40% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Peningkatan sebesar 50% menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai anemia dan konsumsi TTD. Pendekatan P-Process terbukti mampu mendukung pelaksanaan komunikasi kesehatan yang sistematis dan berorientasi pada perubahan perilaku.
Downloads
References
Basith, A., Agustina, R., & Diani, N. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 5(1), 1–10.
Maharani, S. (2020). Penyuluhan tentang anemia pada remaja. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(1), 1–3. https://doi.org/10.36565/jak.v2i1.51
Ariana, R., Marlina, H., & Susanti, D. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Komunitas (Keskom), 10(1), 134–141.
Astuti, E. R. (2023). Literature review: Faktor-faktor penyebab anemia pada remaja putri. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 550–561. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/index
Health Communication Capacity Collaborative. (2013). The P Process: Five Steps to Strategic Communication. Baltimore: Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Center for Communication Programs.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Aksi Bergizi: Gerakan Sehat untuk Remaja Masa Kini. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/aksi-bergizi--gerakan-sehat-untuk-remaja-masa-kini
Piotrow, P. T., Kincaid, D. L., Rimon, J. G., & Rinehart, W. (1997). Health Communication: Lessons from Family Planning and Reproductive Health. Westport: Praeger Publishers.
World Health Organization. (2011). Haemoglobin Concentrations for the Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Devanny Glorya Kapitan, Deysta Aurel Ega Nasywa, Grenal Betrin Dillak, Anggie Meilen Maroe, Vira Delinda Laga, Christina Nayoan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












