Pelestarian Terumbu Karang sebagai Modal Alam: Pendampingan Masyarakat Pulau dalam Mendukung Blue Economy Berkelanjutan

Authors

  • Is Arianto Pratama Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Muhammad Imran Lapong Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Indonesia
  • Sri Hutami Adiningsih S Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ratnah S Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Nurliana Nurliana Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4800

Keywords:

Blue Economy, pemberdayaan masyarakat, terumbu karang, Pulau Barrang Caddi

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pulau. Namun, meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir menuntut adanya upaya konservasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari implementasi Blue Economy. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang sebagai modal alam (natural capital) yang mendukung pembangunan ekonomi pesisir berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6–7 Juli 2026 di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar dengan melibatkan delapan orang pemuda pesisir yang tergabung dalam komunitas pemuda pemerhati lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi monitoring kondisi terumbu karang melalui observasi visual secara langsung, edukasi mengenai konservasi terumbu karang dan konsep Blue Economy, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang pada lokasi pengamatan secara umum masih relatif baik dan memiliki potensi untuk terus mendukung keberlanjutan fungsi ekologis maupun ekonomi. Kegiatan edukasi dan FGD berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya konservasi terumbu karang sebagai modal alam yang memberikan manfaat bagi sektor perikanan, perlindungan wilayah pesisir, dan pengembangan wisata bahari. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen bersama antara perguruan tinggi dan komunitas pemuda untuk mendukung pelestarian terumbu karang melalui kegiatan edukasi dan monitoring secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung implementasi Blue Economy berbasis konservasi sumber daya pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asy'ari, M. F., Zafira, G. H., Jawad, F., & Hidayat, R. A. (2024). Implementasi Blue Economy di Indonesia melalui Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF). Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 5(1).

Bappenas. (2021). Blue Economy Development Framework for Indonesia's Economic Transformation. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Barbier, E. B. (2017). Marine ecosystem services. Current Biology, 27(11), R507–R510. https://doi.org/10.1016/j.cub.2017.03.020

Costanza, R., dkk. (1997). The value of the world's ecosystem services and natural capital. Nature, 387, 253–260. https://doi.org/10.1038/387253a0

Hughes, T. P., Kerry, J. T., Álvarez-Noriega, M., Álvarez-Romero, J. G., Anderson, K. D., Baird, A. H., dkk. (2017). Global warming and recurrent mass bleaching of corals. Nature, 543(7645), 373–377. https://doi.org/10.1038/nature21707

Maharani, A. T. (2022). Evaluasi perubahan kondisi terumbu karang di Perairan Pulau Barrang Caddi Kota Makassar Sulawesi Selatan (Skripsi). Universitas Hasanuddin.

Nursita, L. (2020). Menggagas pembangunan Blue Economy terumbu karang: Sebuah pendekatan sosial ekonomi. EcceS: Economics Social and Development Studies, 7(1), 62–86. https://doi.org/10.24252/ecc.v7i1.13730

Pauli, G. (2010). The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. Paradigm Publications.

Pratama, I. A., Lapong, M. I., Adiningsih S, S. H., Tadampali, A. C. T., & S, R. (2026). Pelatihan Monitoring Terumbu Karang untuk Mendukung Pengembangan Ekowisata dan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari, 2(9), 416–423. https://doi.org/10.59837/jpmm.v2i9.255

Rauf, A., Yusuf, K., & Rauf, A. M. I. (2024). Analisis tingkat kerusakan ekosistem terumbu karang di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar. TECHNO-FISH, 7(2). https://doi.org/10.25139/tf.v7i2.7232

Rumahorbo, B. T., Hamuna, B., & Dimara, L. (2018). Kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Tablasupa Kabupaten Jayapura dan nilai manfaat ekonominya. Acropora: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 1(2), 58–63.

Smith-Godfrey, S. (2016). Defining the Blue Economy. Maritime Affairs: Journal of the National Maritime Foundation of India, 12(1), 58–64. https://doi.org/10.1080/09733159.2016.1175131

Tamti, H., Ratnawati, & Anwar, A. (2014). Kondisi sumberdaya alam dan masyarakat pulau di Kota Makassar: Studi kasus Pulau Kodingareng dan Pulau Barrangcaddi. Octopus: Jurnal Ilmu Perikanan.

Tegar, D., & Gurning, R. O. S. (2018). Development of marine and coastal tourism based on Blue Economy. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 2(2), 128–132. https://doi.org/10.12962/j25481479.v2i2.3650

World Wide Fund for Nature. (2015). Principles for a Sustainable Blue Economy. WWF.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Pratama, I. A., Lapong, M. I., Adiningsih S, S. H., S, R., & Nurliana, N. (2026). Pelestarian Terumbu Karang sebagai Modal Alam: Pendampingan Masyarakat Pulau dalam Mendukung Blue Economy Berkelanjutan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(5), 2473–2481. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i5.4800

Issue

Section

Articles