Edukasi dan Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja di Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah Pekanbaru: Evaluasi Tingkat Literasi Psikologis dan Ketahanan Emosional dalam Meminimalisir Risiko Depresi dan Kecemasan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.4895Keywords:
kesehatan mental, koping adaptif, panti asuhan, psikoedukasi, remajaAbstract
Masa remaja merupakan fase transisi psikososial yang amat rentan terhadap ketidakstabilan emosional, terlebih bagi remaja yang tinggal di lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan. Ketidakhadiran fungsi keluarga inti secara langsung menuntut remaja panti memiliki ketahanan mental (resilience) yang lebih tinggi dalam mengadaptasi tekanan akademik, peers, maupun bayangan ketidakpastian masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan manajemen stres remaja di Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif (psychoeducation) berbasis ceramah interaktif, media visual PowerPoint, diskusi interaktif, serta sesi umpan balik (evaluative feedback). Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah penyuluhan sebesar 57,5% pada empat indikator mengenai definisi kesehatan mental, faktor risiko psikososial, serta mekanisme koping adaptif seperti berbagi cerita (venting) dan regulasi emosi. Kesimpulannya, intervensi edukasi kesehatan mental berkontribusi terhadap peningkatan literasi kesehatan mental dan pemahaman mengenai strategi koping. Literasi kesehatan mental dan strategi koping pada remaja panti asuhan tersebut dapat meminimalisir risiko depresi dan kecemasan.
Downloads
References
Anggara, R. D., & Lismayanti, L. (2025). Efektivitas Psikoedukasi Dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Remaja: Literature Review. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 861–869. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i6.1756
Bandura, a. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.
Fadila, M. R., Marwan, M. R., Fauziyah, G. F., Bur, A. N. I., & Yuniawati, R. (2026). Remaja Ngawen Berani Lawan Bullying: Psikoedukasi untuk Kesehatan Mental dan Lingkungan Sekolah Aman. Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 941–951. https://doi.org/10.53624/kontribusi.v6i2.884
Fatimah, M., Dewi, R. P., & Aini, L. N. (2024). Psikoedukasi literasi kesehatan mental pada generasi Z. SeTIA Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 37–44. https://doi.org/10.31113/setiamengabdi.v5i2.59
Havighurst, R. J. (1972). Developmental tasks and education (3rd ed.). David McKay Company.
Jafar, E. S., R., R. M., Lathifah, A. D., Maharani, Z., & Utami, A. A. M. (2025). Efektivitas psikoedukasi visual dan partisipatif dalam meningkatkan pemahaman anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Jurnal Dedikasi, 27(1), 1–8. https://doi.org/10.26858/dedikasi.v27i1.72905
Lazarus, R. S. , & F. S. (1984). Stress, Appraisal and Coping. Springer Publishing Company.
Miao, X., Yin, I. Z., Zhang, H., & Siu, K. W. M. (2025). Participatory Research Methods and Tools for Promoting Children’s Psychological Well-Being: A Systematic Review. Applied Research in Quality of Life, 20(4), 1629–1664. https://doi.org/10.1007/s11482-025-10490-6
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nugroho, N., & Purnomosidi, F. (2025). Psikoedukasi Kesehatan Mental Pada Siswa Kelas X Sma Batik 1 Surakarta. Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 4(4), 360–367. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v4i4.7703
Nur Lahay, F. T., Yusuf, Z. K., & Antu, M. S. (2025). Pengaruh pendidikan kesehatan mental dengan metode psikoedukasi terhadap pemahaman remaja tentang bullying di SMPN 3 Kota Gorontalo. Jurnal Keperawatan, 8(2). https://doi.org/10.46233/jk.v8i2.1401
Pasenrigading, A. R., Thohirah, D., Siswanti, D. N., & Daud, M. (2025). Psikoedukasi “Tumbuh Ceria” untuk Meningkatkan Perilaku Sosial Positif Anak Usia Dini Psychoeducation “Growing Cheerfully” to Improve Positive Social Behavior in Early Childhood. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(10). https://doi.org/10.5281/zenodo.15441923
Purna, R. S. et al. (2026). The Effectiveness of Psychoeducation based on Social Support to Improve the Psychological Well-being of Stunted Adolescents. The Open Public Health Journal, 19(1).
Putri, Y. S., Santoso, H., & Jamil, N. (2026). Model Pendidikan Kesehatan Mental Berbasis Komunitas bagi Remaja di Kota Mataram. UNITY: Journal of Community Service, 2(2), 45–51. https://doi.org/10.70716/unity.v2i2.378
Risna, R., Fauzia, N., Zaiturrahmi, Z., Makfirah, A., & Aiman, U. (2025). Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Remaja untuk Mencegah Perilaku Kecanduan Game Online. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(9), 4430–4440. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i9.21778
Santi, T. (2025). Dinamika stres dan konflik di perpustakaan: Pendekatan negosiasi untuk meningkatkan kualitas layanan. IQRA’: Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 19(2), 360–377. https://doi.org/10.30829/iqra.v19i2.26351
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17 th). McGraw-Hill Education.
Stuart, G. W. (2019). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart (Terj Indonesia). Elsevier Health Sciences.
Tyas, D. M., Pertiwi, A., & Nisa, V. Z. (2023). Sosialisasi peningkatan pemahaman kesehatan mental pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(10), 2578–2585. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i10.567
World Health Organization. (2021). Adolescent Mental Health. World Health Organization Publisher.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Desti Puswati, Eko Saputra, Tsalisa Putri Fatiya, Adeyla Adelya Vidyanita, Diva Amelia Sastra, Fitra Ramadhan, Ridho Rizky Ardiansyah, Yolla Meliyawati, Rahma Dani Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














