Inovasi Sabun Cair Berbasis Limbvah Pelepah Pisang Kelurahan Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang

Authors

  • Erna Prasetya Ningrum Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi, Semarang
  • Lilies Wahyu Ariani Sekolah tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Achmad Wildan Sekolah tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Erlita Verdia Mutiara Sekolah tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i6.4970

Keywords:

keterampilan, pelepah pisang, pengetahuan, sabun cuci piring

Abstract

Pelepah pisang diketahui mengandung serat alami, selulosa, dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk ramah lingkungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa biomassa pisang memiliki potensi sebagai bahan baku produk berbasis serat dan ekstrak alami. Pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang mendorong efisiensi sumber daya. Oleh karena itu, inovasi berbasis limbah pelepah pisang relevan untuk dikembangkan di tingkat desa. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi pemanfaatan limbah pelepah pisang sebagai bahan baku produk inovatif, dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan sabun cair dengan cara pemberian demo. Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan penjelasan materi terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun cuci piring. Bahan pembuat sabun dalam formulasi diantaranya pelepah pisang, texapon, gliserin, EDTA Na4, tambahan pewarna, serta pewangi. Pengetahuan masyarakat Kelurahan Susukan diukur dengan menggunakan soal pretest dan posttest yang dibagikan sebelum materi diberikan dan setelah demo dilaksanakan. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan langkah strategis dalam mewujudkan desa mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki relevansi yang kuat terhadap agenda pembangunan berbasis potensi lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. (2024). Kecamatan Ungaran Timur dalam angka 2024. BPS Kabupaten Semarang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. (2024). Statistik pertanian hortikultura Kabupaten Semarang 2024.

Barel, A. O., Paye, M., & Maibach, H. I. (2014). Handbook of Cosmetic Science and Technology (4th ed.). CRC Press.

Becker, L. C., Bergfeld, W. F., Belsito, D. V., Hill, R. A., Klaassen, C. D., Liebler, D. C., Marks, J. G., Jr., Shank, R. C., Slaga, T. J., Snyder, P. W., Gill, L. J., & Heldreth, B. (2019). Safety assessment of glycerin as used in cosmetics. International Journal of Toxicology, 38(3_suppl), 6S–22S. https://doi.org/10.1177/1091581819883820

Chambers, R. (2014). Rural Development: Putting the Last First. London: Routledge.

Ellen MacArthur Foundation. (2019). Completing the Picture: How the Circular Economy Tackles Climate Change. United Kingdom: Ellen MacArthur Foundation.

Emaga, T. H., Andrianaivo, R. H., Wathelet, B., Tchango, J. T., & Paquot, M. (2007). Effects of the stage of maturation and varieties on the chemical composition of banana and plantain peels. Food Chemistry, 103(2), 590–600. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2006.09.006

Fluhr, J. W., Darlenski, R., & Surber, C. (2008). Glycerol and the skin: Holistic approach to its origin and functions. British Journal of Dermatology, 159(1), 23–34. https://doi.org/10.1111/j.1365-2133.2008.08643.x

Harry, R. G. (1973). Harry’s Cosmeticology (7th ed.). Leonard Hill Books.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia. Jakarta: KLHK.

Kumari, P., Gaur, S. S., & Tiwari, R. K. (2023). Banana and its by-products: A comprehensive review on its nutritional composition and pharmacological benefits. eFood, 4(5), e110. https://doi.org/10.1002/efd2.110

Onyema, C. T., Ofor, C. E., Okudo, V. C., & Ogbuagu, A. S. (2016). Phytochemical and antimicrobial analysis of banana pseudo stem (Musa acuminata). Journal of Pharmaceutical Research International, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.9734/BJPR/2016/22593

Poucher, W. A., & Butler, H. (2000). Poucher’s Perfumes, Cosmetics and Soaps (10th ed.). Kluwer Academic Publishers. (7th ed.). Pharmaceutical Press.

Rowe, R. C., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. (2012). Handbook of Pharmaceutical Excipients

Saravanan, K., & Aradhya, S. M. (2011a). Polyphenols of pseudostem of different banana cultivars and their antioxidant activities. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 59(8), 3613–3623. https://doi.org/10.1021/jf103835z

Saravanan, K., & Aradhya, S. M. (2011b). Potential nutraceutical food beverage with antioxidant properties from banana plant bio-waste (pseudostem and rhizome). Food & Function, 2(10), 603–610. https://doi.org/10.1039/C1FO10071H

Shalini, R., Mahesh, S., & Suresh, S. (2011). Polyphenols of pseudostem of different banana cultivars and their antioxidant activities. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 59(8), 3613–3623. https://doi.org/10.1021/jf103835z

Subagyo, A., & Chafidz, A. (2018). Banana pseudo-stem fiber: Preparation, characteristics, and applications. In Banana Nutrition – Function and Processing Kinetics. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.82204

Wasitaatmadja, S. M. (2011). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. UI Press.

World Health Organization. (2020). Recommendations on Hand Hygiene in Community Settings. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Ningrum, E. P., Ariani, L. W., Wildan, A., & Mutiara, E. V. (2026). Inovasi Sabun Cair Berbasis Limbvah Pelepah Pisang Kelurahan Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(7), 3395–3402. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i6.4970

Issue

Section

Articles