Pengaruh Edukasi Kesehatan Tuberculosis dan Etika Batuk terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Dusun Ganting Desa Lohgung Kecamatan Brondong
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i7.5005Keywords:
Etika Batuk, Penyuluhan Kesehatan, TuberculosisAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakangi oleh masih perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai Tuberkulosis (TBC) dan etika batuk sebagai upaya pencegahan penularan di Dusun Ganting, Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TBC dan etika batuk sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah penularan TBC. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 37 responden yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Edukasi diberikan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik etika batuk dengan bantuan media PowerPoint dan leaflet. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 42,97 pada pre-test menjadi 98,65 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 55,68 poin. Nilai median meningkat dari 30 menjadi 100. Setelah edukasi, seluruh responden memperoleh nilai minimal 90 dan 32 responden memperoleh nilai 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mengenai TBC dan etika batuk mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara deskriptif. Edukasi kesehatan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan etika batuk, menjaga ventilasi, menggunakan masker pada kondisi yang diperlukan, mengenali gejala TBC, serta melakukan pemeriksaan dini.
Downloads
References
Aditama, T. Y. (2022). Tuberkulosis: Masalah dan penanggulangannya. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Artawan Eka Putra, I. W. G., Purnama Dewi, N. P. E., Probandari, A. N., Notobroto, H. B., & Wahyuni, C. (2023). The implementation of comprehensive health education to improve household contacts’ participation in early detection of tuberculosis. Health Education & Behavior, 50(1), 136–143. https://doi.org/10.1177/10901981211001829
Estiani, M., & Suparno, S. (2025). Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 811–822. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.938
Haleem, A., Javaid, M., Singh, R. P., Rab, S., & Suman, R. (2023). Applications of nanotechnology in medical field: a brief review. Global Health Journal, 7(2), 70–77. https://doi.org/10.1016/j.glohj.2023.02.008
Harsyiah, L., Baskara, Z. W., Qudsi, J., Andriani, H., & Putri, D. E. (2026). Klasifikasi kegagalan pengobatan penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Mataram menggunakan metode Multivariate Adaptive Regression Splines (MARS). Mandalika Mathematics and Educations Journal, 8(2), 1278–1292. https://doi.org/10.29303/jm.v8i2.11798
Hasina, S. N. (2020). Pencegahan penyebaran tuberkulosis paru dengan (BEEB) batuk efektif dan etika batuk di RW. VI Sambikerep Surabaya. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 1019–1024. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.1019
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Petunjuk teknis penatalaksanaan tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, F. A., Syaifurrahman, A., Pisacha, I. M., Safutri, W., Katika, D. P., Pratiwi, M., Suswidiantoro, V., Daskar, A., Satriawan, A. B., Damayanti, D. A. K., Karim, D. A., & Zahra, A. F. (2024). Penyuluhan etika batuk dan bersin dalam pandangan Islam dan kesehatan di TK Roudiatul Jannah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (ABDI KE UNGU), 5(3), 241–245. https://doi.org/10.30604/abdi.v5i3.1452
Making, M. A., Banhae, Y. K., Aty, M. Y. V. B., Abanit, Y. M., Selasa, P., & Israfil, I. (2023). Analisa faktor pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan TB paru pada kontak serumah selama era New Normal Covid-19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 43–50. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i1.1270
Patimatul A, P. N., & Sinaga, S. E. (2024). Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penyakit Tuberkulosis. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 7(4), 591–596. https://doi.org/10.31596/jpk.v7i3.476
Pepadu, J., Triani, E., Ajmala, I. E., Yuliyani, E. A., Setyorini, R. H., & Handito, D. (2021). Edukasi Dan Praktik Etika Batuk Yang Benar Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Siswa Sekolah Dasar di Pesisir Pantai. Jurnal Pepadu, 2(2), 194–198. https://doi.org/10.29303/pepadu.v2i2.2185
Pramudaningsih, I. N., Cahyanti, L., Yuliana, A. R., Fitriana, V., Khamdannah, E. N., & Fitriana, A. A. (2023). Pencegahan penularan TBC melalui implementasi Cekoran Bu Titik (Cegah Resiko Penularan Melalui Batuk Efektif dan Etika Batuk) pada remaja di SMAN 2 Kudus. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6(1), 77–87. https://doi.org/10.31596/jpk.v6i1.327
Putri, V. S., Apriyali, A., & Armina, A. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Tindakan Keluarga dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 11(2), 226. https://doi.org/10.36565/jab.v11i2.520
Ramdan, M., Lukman, M., & Platini, H. (2020). Pengetahuan, sikap dan etika batuk pada penderita tuberkulosis paru. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(2), 232–239. https://doi.org/10.33024/hjk.v14i2.2395
Rizkaningsih, R., & Mustafa, M. (2023). Hubungan kondisi fisik lingkungan rumah dengan kejadian TBC (tuberculosis). Jurnal Promotif Preventif, 6(2), 259–267. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i2.784
Safitri, A., Handriyo, T., Zahara, R. A., & Ramadhan, M. (2026). Pencegahan penularan TBC dengan cara cuci tangan dan etika batuk di Puskesmas Balaraja. Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 5(1), 149–152. https://doi.org/10.55681/devote.v5i1.6018
Sørensen, K., Knoll, V., Ramos, N., Boateng, M., Alemayehu, G., Schamberger, L., & Harsch, S. (2024). Health literacy in Africa—A scoping review of scientific publications. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(11), 1456. https://doi.org/10.3390/ijerph21111456
World Health Organization. (2023). WHO standard: Universal access to rapid tuberculosis diagnostics. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. Geneva: World Health Organization.
Wulandari, E., & Ronoatmodjo, S. (2024). Determinan kegagalan pengobatan pada pasien tuberkulosis sensitif obat dewasa di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1), 45–52. https://doi.org/10.7454/epidkes.v8i1.1100
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyu Retno Gumelar, Shilvia Ike Nur Salsabila, Fahima Rohmawati, Dwi Maulida Ismaul Nur Hidayah, Annesa Julistia Expy Utami, Ervianti Amanda Putri, Abdullah Basit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.













