Potensi Ekonomi Tanaman Obat Famili Zingiberaceae melalui Penguatan Nilai Tambah di Desa Cibeureum, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i7.5106Keywords:
diversifikasi produk, nilai tambah, pengabdian masyarakat, rantai nilai, ZingiberaceaeAbstract
Famili Zingiberaceae, khususnya jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), dan temu hitam (Curcuma aeruginosa), merupakan komoditas tanaman obat yang telah lama dibudidayakan masyarakat Indonesia, tetapi nilai ekonominya di tingkat petani belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cibeureum, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 29 Agustus 2026 sebagai bagian dari Program Dosen Pulang Kampung IPB University, dengan tujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai karakteristik agroekologi, rantai nilai, dan peluang diversifikasi produk turunan Zingiberaceae sebagai strategi peningkatan pendapatan rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan partisipatif dan diskusi interaktif kepada 45 peserta yang terdiri atas aparat desa, kader PKK/Posyandu, kelompok tani, Karang Taruna, dan pengurus RT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai disparitas harga antara bahan segar dan simplisia kering yang dapat mencapai tiga hingga empat kali lipat, serta potensi produk turunan sederhana seperti jahe instan, kunyit asam botolan, dan beras kencur bubuk yang dapat diolah dengan teknologi sederhana di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini juga memperkenalkan manfaat tidak langsung Zingiberaceae melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk mendukung kesehatan mandiri. Program ini diharapkan mendorong petani mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah sebagai upaya penguatan ekonomi rumah tangga dan keamanan pangan di wilayah pedesaan.
Downloads
References
Adiyasa, M. R., & Meiyanti. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: Distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2021.v4.130-138
Amin, A., & Waris, R. (2023). Edukasi penggunaan dan cara pengolahan rimpang jahe sebagai bahan baku obat tradisional di Desa Gunung Silanu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(6), 789–795. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i6.259
Avenza, M. F., Pramudita, K. R., Syawalinda, R. N., Putri, N. N., Lipa, J., Dachi, S., Ramadhan, H. R., Husaini, S., Sari, A. E., Khairiyah, G. P., Pamungkas, R. C. S., Dwiansyah, L., & Jamilah, P. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui TOGA sebagai penopang ketahanan pangan keluarga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 4967–4974. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7107
Az Zahra, F. (2026). Peta produksi tanaman biofarmaka Indonesia tahun 2025, jahe mendominasi! GoodStats. https://goodstats.id/article/peta-produksi-jenis-tanaman-biofarmaka-indonesia-tahun-2025-jahe-mendominasi-T00vZ
Azima, M. F., Rahmah, S., & Rahman, F. A. (2024). Analisis karakteristik morfologi famili Zingiberaceae di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Bioindikator: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 1(1), 12–19. https://doi.org/10.71024/bioindikator/2024/v1i1/6
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2004). Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.2411 tentang ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2026). Produksi tanaman biofarmaka menurut provinsi dan jenis tanaman, 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/VVZNelkycEdWM2t5V2poTFltOVVURWR0WWs1Mlp6MDkjMw==/produksi-tanaman-biofarmaka-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman--2023.html
Damhuri, Darlian, L., Kolaka, L., & Rayani, N. (2024). Pengenalan tumbuhan berkhasiat obat familia Zingiberaceae. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 276–283. https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v5i2.189
Palimbong, S., & Lewerissa, K. B. (2024). Diversifikasi olahan jahe untuk pendampingan Kelompok Wanita Tani Desa Kadirejo. LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 16–22. https://doi.org/10.25077/logista.8.1.16-22.2024
Purnaningsih, N., Sa'diah, S., & Pramukanto, Q. (2022). Utilizing program of vacant land on public facilities for diabetes mellitus self-medication parks in Benteng Village, Bogor Regency. Jurnal Jamu Indonesia, 7(3), 111–120. https://doi.org/10.29244/jji.v7i3.278
Rahayu, S. M., & Andini, A. S. (2019). Ethnobotanical study on medicinal plants in Sesaot Forest, Narmada, West Lombok, Indonesia. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 11(2), 234–242. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v11i2.19314
Rahmah, A., Fajeri, H., & Ikhsan, S. (2021). Analisis daya saing ekspor kunyit Indonesia di pasar internasional. Frontier Agribisnis, 5(3), 30–39. https://doi.org/10.20527/frontbiz.v5i3.5925
Rusnaldi, K. A., Roessali, W., & Nurfadillah, S. (2023). Analisis daya saing ekspor jahe Indonesia di pasar internasional. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(1), 515–528. https://doi.org/10.25157/ma.v9i1.8672
Sajidah, F. I., Wicaksono, A. A., Ustari, D., Ridara, F., Wicaksana, N., & Karuniawan, A. (2025). Keragaman dan kekerabatan genetik 89 aksesi kunyit (Curcuma longa L.) lokal Indonesia berdasarkan karakter agro-morfologi. Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, 9(1), 70–83. https://doi.org/10.51852/rvx6rz87
Sembiring, N. A., Islamiyati, D. D., Raksanagara, F. N., Amaliawati, S., Grahita, S., Sipahutar, A. R. N., & Indriana, H. (2024). Ubaran: Pemanfaatan pekarangan rumah melalui konservasi tanaman obat keluarga (TOGA) berbasis elemen pengembangan masyarakat. Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 59–71. https://doi.org/10.38043/parta.v5i1.5012
Silalahi, M. (2019). Kencur (Kaempferia galanga) dan bioaktivitasnya. Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains, 8(1), 127–142. https://doi.org/10.31571/saintek.v8i1.1178
Srikandi, Humaeroh, M., & Sutamihardja, R. T. M. (2020). Kandungan gingerol dan shogaol dari ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) dengan metode maserasi bertingkat. Al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 7(2), 75–81. https://doi.org/10.15575/ak.v7i2.6545
Sukandiarsyah, F., Purwaningsih, I., & Ratnawaty, G. J. (2023). Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) metode DPPH. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(1), 62–70. https://doi.org/10.35311/jmpi.v9i1.299
Sulistiarini, R., Nisaa, N. R. K., Farah, H. I., Arifian, H., Meylina, L., Rijai, A. J., & Prasesti, G. K. (2025). Pembuatan simplisia rimpang-rimpangan dan dorongan pembentukan UKOT UMOT pada kelompok tani Desa Lempake Samarinda. ABDIRA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 122–129. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i1.568
Yani, R., Tri, S. I., Puspita, D., Prassetiyo, O., & Adrian Nova, G. D. (2026). Inovasi pengolahan jamu bubuk jahe-kunyit untuk kemandirian ekonomi UMKM Desa Battu Winangun. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7(1), 1747–1758. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v7i1.8344
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rudi Heryanto, Taopik Ridwan, Mohamad Rafi, Siti Sa'diah, Syarifah Iis Aisyah, Herwin Pisestyani, Ninuk Purnaningsih, Waras Nurcholis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














