Pemberdayaan Bahasa Inggris Santriwati Berbasis Nilai Moderasi Beragama: Program English Time di Pattani, Thailand Selatan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i7.5168Keywords:
bahasa Inggris, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, santriwati, tawazunAbstract
Songserm Islamic Soskha School di Pattani, Thailand Selatan, menghadapi permasalahan rendahnya kemampuan berbahasa Inggris pada santriwati baru jenjang Mathayom, khususnya dalam percakapan dasar seperti perkenalan diri dan kosakata harian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar berbahasa Inggris sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama melalui integrasi ilmu umum dan ilmu agama. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui program English Time, dilaksanakan setiap Jumat malam ba'da Magrib dengan sasaran sekitar 50 santriwati baru kelas 1 SMP di Asrama Bilik 26. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok tetap dengan pendampingan fasilitator, menggunakan metode small group scaffolding, sistem reward-punishment edukatif, dan ice breaking, serta dievaluasi melalui observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan dan kepercayaan diri berbahasa santriwati, ditandai dengan keberhasilan tiga santriwati tampil sebagai pewara dan pembicara pidato bahasa Inggris pada Farewell Festival. Program ini menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing dapat diintegrasikan secara seimbang (tawazun) dengan tradisi keislaman pesantren tanpa menggerus identitas keagamaan institusi, sehingga menghasilkan model pemberdayaan yang replicable bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Downloads
References
Affifah, Z. D., Handayani, S. L., Amirullah, G., Widayanti, A., Ninawati, M., & Nurafni, N. (2024). Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris: Pendekatan kolaboratif antara Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Anuban Jitjongrak School. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, 2(3), 34–39. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v2i3.573
Ahmadi, A., & Munir, M. (2022). Empowering Islamic boarding school students through English language training based on local wisdom. Journal of Community Engagement and Empowerment, 4(2), 85–94. https://doi.org/10.26555/jcee.v4i2.5421
Alim, N., & Rosyidi, A. (2023). Integration of secular and religious knowledge in Southern Thailand Islamic schools. Asian Journal of Islamic Education, 5(1), 33–48. https://doi.org/10.31538/ajie.v5i1.879
Ansori, M., & Wahyudi, A. (2021). Building student self-confidence in foreign language speaking through reward and punishment system. Journal of Foreign Language Teaching and Learning, 6(1), 12–27. https://doi.org/10.18196/ftl.v6i1.10892
Azra, A. (2022). Reassessing Islamic moderation (Wasathiyah) in Southeast Asian education. Routledge.
Fahrudin, A., & Sulaiman, R. (2024). International community service program: Enhancing English literacy in Patani, Southern Thailand. Journal of International Community Dedication, 6(1), 102–115. https://doi.org/10.22219/jicd.v6i1.23101
Fitriani, N., & Kholis, N. (2023). Community service model through small-group peer learning in boarding school context. Indonesian Journal of Community Services, 5(3), 210–222. https://doi.org/10.20885/ijcs.v5i3.4510
Halim, R. M. N., Mirza, A. H., & Rabbani, H. (2025). Pelatihan Desain Banner Sebagai Media Promosi Produk UMKM Desa Telang Sari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(9), 4751–4755. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3374
Hidayat, R., & Suhartono, S. (2022). Implementation of Wasathiyah values through language learning in Islamic institutions. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 22(2), 245–268. https://doi.org/10.21154/altahrir.v22i2.4109
Ibrahim, M., & Hasan, S. (2021). Educational challenges and language identity among Muslim minorities in Southern Thailand. Journal of Muslim Minority Affairs, 41(3), 489–504. https://doi.org/10.1080/13602004.2021.1983201
Ismail, N., Ahmad, H., Ratan Singh, D. S., Wan Mohd, W. N. H., Elias, S., & Mahmood, C. K. (2023). Students facilitators involvement in a university-based community service: How it benefits them. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities, 8(7), e002427. https://doi.org/10.47405/mjssh.v8i7.2427
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Panduan implementasi moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam. Kemenag RI.
Komareeyah. (2014). Dampak Resolusi Konflik Terhadap Sistem Pendidikan Agama Islam Seksa Pattani Thailand Selatan. (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Lestari, S., & Wardani, K. (2023). Game-based ice breaking strategies to overcome learning anxiety in EFL classroom. English Language Teaching Today, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.24036/eltt.v12i1.11982
Mahfudz, A., & Fauzi, M. (2022). Small group scaffolding method in teaching English for Islamic boarding school students. EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture, 7(2), 311–324. https://doi.org/10.30659/e.7.2.311-324
Mustanir, A., Hamid, H., & Syarifuddin, R. N. (2019). Pemberdayaan kelompok masyarakat desa dalam perencanaan metode partisipatif. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 5(3), 227–239. https://doi.org/10.25147/moderat.v5i3.2677
Nurdin, N., & Said, M. (2024). Educational sustainability of KKN programs: A qualitative evaluation approach. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 77–89. https://doi.org/10.22146/jpkm.84210
Pratama, A., & Suryani, E. (2023). Enhancing public speaking confidence through Farewell Festival performances in language programs. Journal of English Language and Pedagogy, 6(2), 140–152. https://doi.org/10.36597/jelp.v6i2.14890
Rahman, F., & Hidayati, N. (2021). The concept of Tawazun in modern Islamic education: Bridging religious and general sciences. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 175–190. https://doi.org/10.14421/jpi.2021.102.175-190
Rizki, M., & Kurniawan, D. (2022). Interactive vocabulary teaching techniques for junior high school beginners. Journal of Educational Sciences, 6(4), 621–632. https://doi.org/10.31258/jes.6.4.p.621-632
Rizkiyah, F., Maarif, S., & Sahudi, S. (2025). Implementasi Manajemen Kurikulum Program Bahasa Inggris di Secondary School Muslim Suksa School Satun Thailand. Jurnal Kependidikan Islam, 15(1), 96-103. https://doi.org/10.15642/jkpi.2025.15.1.96-103
Santi, A., & Mulyani, S. (2023). Qualitative assessment via participatory observation in non-formal language training. Educational Research and Review, 18(5), 112–121. https://doi.org/10.5897/ERR2023.4312
Saputra, T. E. Y. S., Surahim, I., Syamsuddin, S., Syahwanah, N., Zakia, A. H., & Al-Maskati, K. (2026). Pentingnya Menguasai Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Internasional. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 2882-2886. https://doi.org/10.58266/jpmb.v4i3.902
Subhan, M., & Arifin, Z. (2022). Empowering female students (santriwati) through extra-curricular English programs. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 55–68. https://doi.org/10.22146/jpm.69821
Utami, T., & Wibowo, A. (2024). Replicable models for cross-border community empowerment in Southeast Asia. Southeast Asian Journal of Community Engagement, 8(1), 15–30. https://doi.org/10.7454/sajce.v8i1.1105
Wayeekao, N. (2016). Berislam dan bernegara bagi Muslim Patani: Perspektif politik profetik. IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia, 5(2), 352–406. https://doi.org/10.14421/inright.v5i2.1439
Wulandari, M., Novriyanti, T., Purwadhi, P., & Widjaja, Y. R. (2025). Implementasi strategi transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit: Studi kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 1415–1427. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i1.17847
Yusuf, M., & Wekke, I. S. (2021). Integrating English and religious practices in traditional Islamic school environments. International Journal of Pedagogy and Teacher Education, 5(2), 89–98. https://doi.org/10.20961/ijpte.v5i2.48912
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sabila Azizah Febriani, Muflihah Putri Delima, Sabrina Aufa Fadilah Sidik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














