Pemanfaatan Keong Mas sebagai Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk Pengganti EM4 Pertanian di Desa Hambuku Pasar

Authors

  • Muhammad Thorik Ilhamsyah Sianturi Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Amnun Nisa Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Adhal Islami Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Adi Taufik Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Meysa Adelia Maulida Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Hafiz Rifai Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Nurul Islamiah Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Echa Aulia Listiaweni Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Hikma Ellya Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.5336

Keywords:

bio-aktivator pertanian, Keong mas, Mikroorganisme Lokal (MOL), pengganti EM4, pemanfaatan hama

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan hama utama tanaman padi yang keberadaannya melimpah di Desa Hambuku Pasar, namun pemanfaatannya masih sangat minim. Penegabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengolah keong mas menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai alternatif pengganti Effective Microorganisms 4 (EM4) di bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan fermentasi keong mas yang dicampur dengan sumber karbohidrat (air cucian beras) dan sumber gula (gula merah) sebagai media tumbuh mikroba. Parameter yang diamati meliputi karakteristik fisik (aroma, warna, dan pH) serta efektivitas MOL dalam aplikasi pertanian. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pembuatan MOL keong mas berhasil dilakukan dengan karakteristik yang memenuhi standar kualitas, ditandai dengan aroma khas fermentasi (asam-manis) dan penurunan pH di bawah 4. Penerapan MOL ini diharapkan menjadi solusi mandiri bagi petani di Desa Hambuku Pasar dalam menekan biaya operasional melalui penyediaan bio-aktivator yang terjangkau dan berkualitas. Selain memberikan nilai tambah ekonomi, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pengendalian hama keong mas secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z., Rusmini, R., Manullang, R. R., & Daryono, D. (2022). Kualitas Mikroorganisme Lokal dari Keong Mas dengan Berbagai Jumlah Bahan Yang Berbeda. Agrosaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 5(1), 31–38. https://doi.org/10.32764/agrosaintifika.v5i1.3189

Asroh, A., & Novriani. (2019). Pemanfaatan keong mas sebagai pupuk organik cair yang dikombinasikan dengan pupuk nitrogen dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.). Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(2), 83–89. https://doi.org/10.32502/jk.v14i2.2365

Azwaruddin, A., Abdullah, T., Wahyuningsih, S., Nurhidayatullah, N., & Anastasya, R. (2024). Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) Untuk Pembuatan Kompos di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pengabdian Sosial, 2(1), 2412–2415. https://doi.org/10.59837/ze2m5w22

Fauzan Bintang Andaswara, M., Rusmini, Abidin, Z., Mudi, L., Daryono, Anwar, R., & Arifin, S. (2024). Combination of goat rumen and mas snails as decomposer bacteria in manufacturing empty palm bunch compost. International Journal of Science, Technology & Management, 5(1), 127–134. https://doi.org/10.46729/ijstm.v5i1.1041

Hana, Y. W., Jawang, U. P., & Kapoe, S. K. K. (2022). Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal Keong Mas terhadap Pertumbuhan serta Hasil Produksi Bawang Merah Varietas Lokananta. Jurnal Agro Indragiri, 9(1), 56–59. https://doi.org/10.32520/jai.v9i1.1864

Indasah, I., & Muhith, A. (2020). Local microorganism from “tape” (fermented cassava) in composition and its effect on physical, chemical and biological quality in environment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 519(1), Article 012003. https://doi.org/10.1088/1755-1315/519/1/012003

Irfan, I., Yunita, D., & Fitriani, F. (2021). Kajian Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) Spesifik dengan Variasi Jenis dan Konsentrasi Bahan Tambahan. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 13(2), 73–77. https://doi.org/10.17969/jtipi.v13i2.19912

Jaya, K., Sudewi, S., Noer, H., Ratnawati, R., Saleh, A. R., & Marliyah. (2025). Inovasi pemanfaatan keong mas sebagai bio-ZPT dan bioaktivator berbasis PGPR di Desa Binangga Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 9(3), 658–672. https://doi.org/10.29407/ja.v9i3.24084

Manullang, R. R., Rusmini, & Daryono. (2017). Kombinasi mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator kompos. Jurnal Hutan Tropis, 5(3), 259–266. https://doi.org/10.20527/jht.v5i3.4793

Mustikaningrum, D., Umiyana, A. A., Febriansyah, L., & Arbiansyach, M. Z. (2023). Pemanfaatan Keong Mas (Pomacea Canaliculata L.) Menjadi Mikroorganisme Lokal dan Bio-Calphos untuk Pertanian Ramah Lingkungan. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 2285–2290. https://doi.org/10.31949/jb.v4i3.5538

Pane, E., & Marwazi, M. (2020). Trials of local microorganism composition (MOL) toward growth and production plant lettuce (Lactuca sativa). Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal, 2(1), 44–51. https://doi.org/10.33258/birex.v2i1.703

Paskawati, M., Nurhadiah, N., & Sukasih, S. (2024). Aplikasi Pupuk Organik Cair Keong Mas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Hijau (Solanum melongena). PIPER, 20(2), 116–127. https://doi.org/10.51826/piper.v20i2.1272

Retnowati, Y., & Katili, A. S. (2021). Identification of fermentative bacteria on local microorganisms of golden snail (Pomacea canaliculata Lamarck, 1822). Biodiversitas, 22(2), 778–784. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220231

Romaiyana, C. (2020). Pengaruh beberapa konsentrasi zat perangsang tumbuh (ZPT) alami dari keong mas (Pomacea canaliculata) terhadap viabilitas benih cabai merah kadarluarsa (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotek Lestari, 6(2), 79–83. https://doi.org/10.35308/jal.v6i2.3180

Saputra, K., Sutriyono, & Brata, B. (2018). Populasi dan distribusi keong mas (Pomacea canaliculata L.) sebagai sumber pakan ternak pada ekosistem persawahan di Kota Bengkulu. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(2), 189–201. https://doi.org/10.31186/jspi.id.13.2.189-201

Setiawan, A., Bintang, M., & Falah, S. (2016). Application of liquid organic fertilizer (bio-fertilizer) enriched consortium bacteria and golden snail (Pomacea canaliculata) in Ciherang rice flowering. Current Biochemistry, 3(2), 68–74. https://doi.org/10.29244/cb.3.2.68-74

Simanjuntak, D., Wicaksono, M., & Lestari, Y. M. (2025). Persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) menjadi pupuk organik cair pada padi sawah di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian, 43(1), 10–24. https://doi.org/10.47728/ag.v43i1.584

Suarmustika, I. G. A., Suartini, N. M., & Subagio, J. N. (2018). Variasi morfometri dan karakter morfologi keong mas (Pomacea canaliculata) pada sawah di Desa Abiansemal, Badung, Bali. Simbiosis, 6(2), 60–64. https://doi.org/10.24843/JSIMBIOSIS.2018.v06.i02.p06

Subula, R., Uno, W. D., & Abdul, A. (2022). Kajian Tentang Kualitas Kompos Yang Menggunakan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganism) dan MOL (Mikroorganisme Lokal) dari Keong Mas. Jambura Edu Biosfer Journal, 4(2). https://doi.org/10.34312/jebj.v4i2.7753

Suharjono, S., Asmono, S. L., & Wardana, R. (2022). Pemanfaatan keong mas untuk pupuk organik cair di Kelompok Tani Podo Tentrem Kecamatan Wuluhan Jember. Journal of Community Development, 3(3), 280–286. https://doi.org/10.47134/comdev.v3i3.108

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Sianturi, M. T. I., Nisa, A., Islami, M. A., Taufik, M. A., Maulida, M. A., Rifai, M. H., Islamiah, N., Listiaweni, E. A., & Ellya, H. (2026). Pemanfaatan Keong Mas sebagai Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk Pengganti EM4 Pertanian di Desa Hambuku Pasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(8), 5100–5111. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.5336

Issue

Section

Articles