Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Bahan Baku Lokal

Authors

  • Muhammad Eky Saputra Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Rijan Nabawi Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Mursidah Hilmah Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Alma Sahadda Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Hatta Nurman Hakim Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Nur Azizah Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Anjelin Anjelin Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Vivi Asokawati Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Rabiatul Wahdah Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.5338

Keywords:

bahan baku lokal, mikroorganisme lokal (MOL), pelatihan, pupuk hayati, pertanian berkelanjutan

Abstract

Pemanfaatan bahan-bahan lokal sebagai sumber mikroorganisme lokal (MOL) di desa Rantau Karau ulu, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara masih belum optimal karena masyarakat masih belum memahami teknik pembuatan dan aplikasi MOL sebagai pupuk hayati maupun dekomposer. Ketergantungan terhadap pupuk kimia masih cukup tinggi sehinga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, mudah dibuat dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan serta aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis bahan baku lokal sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan praktik langsung pembuatan MOL menggunakan bahan-bahan lokal, serta pendampingan aplikasi MOL pada tanaman budidaya. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok tani dan masyarakat Desa Rantau Karau Hulu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami manfaat MOL dalam meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat proses dekomposisi bahan organik dan mendukung pertumbuhan tanaman. Peserta memiliki keterampilan dalam membuat dan mengaplikasian MOL secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang mudah diperoleh dan berbiaya rendah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjeliana, I. U. R. M. (2021). Kajian pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang terhadap kualitas kompos jerami. Jurnal Sains Pertanian Equator, 10(4). https://doi.org/10.26418/jspe.v10i4.49574

Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. (2025). Kecamatan Sungai Pandan dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bendon, G. R., & Haryati, B. Z. (2018). Pengaruh pemberian pupuk organik cair bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman terung (Solanum melongena L.). AgroSainT, 9(2), 77–81. https://doi.org/10.47178/agro.v9i2.1225

Inrianti, Tuhuteru, S., & Paling, S. (2019). Pembuatan mikroorganisme lokal bonggol pisang pada Kelompok Tani Tunas Harapan Distrik Walelagama, Jayawijaya, Papua. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 188–194. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.5.3.188-194

Karyono, T., & Laksono, J. (2019). Kualitas fisik kompos feses sapi potong dan kulit kopi dengan penambahan aktivator MOL bongkol pisang dan EM4. Jurnal Peternakan Indonesia, 21(2), 154–162. https://doi.org/10.25077/jpi.21.2.154-162.2019

Karyono, T., Maksudi, & Yatno. (2017). Penambahan aktivator MOL bonggol pisang dan EM4 dalam campuran feses sapi potong dan kulit kopi terhadap kualitas kompos dan hasil panen pertama rumput setaria (Setaria splendida Stapf). Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1), 102–111. https://doi.org/10.31186/jspi.id.12.1.102-111

Kesumaningwati, R. (2015). Penggunaan MOL bonggol pisang (Musa paradisiaca) sebagai dekomposer untuk pengomposan tandan kosong kelapa sawit. Ziraa’ah: Majalah Ilmiah Pertanian, 40(1), 40–45. https://doi.org/10.31602/zmip.v40i1.96

Khaer, A., Jeans, G., Budirman, & Rachman, E. A. (2024). Uji kemampuan bonggol pisang sebagai nutrisi mikroorganisme dalam mendegradasi sampah rumah tangga menjadi kompos. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(1), 53–59. https://doi.org/10.32382/medkes.v19i1.533

Manullang, R. R., Rusmini, & Daryono. (2017). Kombinasi mikroorganisme lokal sebagai bioaktivator kompos. Jurnal Hutan Tropis, 5(3), 259–266. https://doi.org/10.20527/jht.v5i3.4793

Palupi, N. P. (2015). Karakter kimia kompos dengan dekomposer mikroorganisme lokal asal limbah sayuran. Ziraa’ah: Majalah Ilmiah Pertanian, 40(1), 54–60. https://doi.org/10.31602/zmip.v40i1.98

Pradipta, V. (2021). Analisis efektifitas penggunaan MOL bonggol pisang dan MOL sisa nasi pada pembuatan kompos. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 41–46. https://doi.org/10.26630/rj.v13i1.2773

Rohmawati, D. (2016). Pembuatan kompos dengan MOL limbah organik. Jurdik Kimia.

Sapareng, S., & Arzam, T. S. (2016). Pemanfaatan limbah batang pisang sebagai sumber mikroorganisme lokal (MOL) untuk pertumbuhan dan produksi cabai. Jurnal Galung Tropika, 5(3), 143–150. https://doi.org/10.31850/jgt.v5i3.185

Sulastri, Y. S., & Nazara, S. P. (2025). Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Agrica Ekstensia, 18(2), 128–137. https://doi.org/10.55127/ae.v18i2.198

Suprayitno, D., & Mondiana, Y. Q. (2024). Kemampuan mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang untuk mendegradasi kadar TPH tanah tercemar oli. Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan), 10(1), 29–35. https://doi.org/10.20527/jukung.v10i1.20603

Susanti, L. W., Mulyadi, E., & Rosariawari, F. (2021). Pengaruh hasil pengomposan sampah organik menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) daun angsana dan bonggol pisang. Envirous, 2(1). https://doi.org/10.33005/envirous.v2i1.63

Tuhuteru, S., & Inrianti. (2019). Pembuatan mikroorganisme lokal bonggol pisang pada Kelompok Tani Tunas Harapan Distrik Walelagama, Jayawijaya, Papua. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 188–194. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.5.3.188-194

Veronika, N., Dhora, A., & Wahyuni, S. (2019). Pengolahan limbah batang sawit menjadi pupuk kompos dengan menggunakan dekomposer mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 29(2), 154–162. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2019.29.2.154

Wenda, B., & Tuhuteru, S. (2022). Efektivitas pemberian MOL batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih (Allium sativum L.). Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 7(1), 7–19. https://doi.org/10.35329/agrovital.v7i1.2751

Yuliana, M. (2021). The effect of local microorganism (MOL) as liquid organic fertilizer to the growth of Ipomea reptans Poir. Jurnal Biota, 7(1), 51-56. https://doi.org/10.19109/Biota.v7i1.7010

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Saputra, M. E., Nabawi, M. R., Hilmah, M., Sahadda, A., Hakim, M. H. N., Azizah, N., Anjelin, A., Asokawati, V., & Wahdah, R. (2026). Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Bahan Baku Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(8), 5087–5099. https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.5338

Issue

Section

Articles