Pendampingan Kelompok Sadar Wisata Dewi Manis dalam Memanfaatkan Tanaman Gonda Menjadi Produk Oleh-oleh Khas Desa Bongan, Tabanan, Bali

Authors

  • I Gusti Ayu Ari Agustini Politeknik Internasional Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i11.609

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Produk Wisata Kuliner, Pendampingan

Abstract

Desa wisata merupakan wujud peran masyarakat yang peduli terhadap potensi desa, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk mengetahui lebih jelas peran masyarakat yang terlibat. Dalam hal ini berawal dari peran Kelompok Sadar Wisata Desa Bongan. Tujuan dari kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari bentuk pengabdian masyarakat melalui pendampingan intensif untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan yaitu Desa Bongan memiliki produk pariwisata sebagai produk oleh-oleh khas Bongan berupa produk Teh Gonda. Manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah kelompok sadar pariwisata di Desa Bongan akan dapat mengembangkan dan melanjutkan sosialisasi terkait produk Teh Gonda kepada masyarakat Desa Bongan yang 90% mata pencahariannya berada di sektor pertanian sayuran. Dengan mengetahui hasil pertanian yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu produk wisata desa, diharapkan akan membawa perubahan tersendiri bagi Desa Bongan. Produk teh gonda ini merupakan hasil inovasi komunitas kreatif. Ini adalah produk pertama yang diproduksi. Berharap Desa Bongan akan dikenal dengan keunikan produknya. Teh Gonda yang dimiliki oleh desa/daerah lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, I.R. (2012). Intervensi Komunitas dan Pengembang Masyarakat (Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat). PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Antara Made, Arida Sukma Nyoman. (2015). Panduan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Potensi lokal.

Deptan. (2004). Statistik Pertanian (2004). Departemen Pertanian. Jakarta.

Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan. (2020). Pengembangan Desa Wisata. Tabanan. http://disparda.tabanankab.go.id/index.php/en/news/item/304-pengembangan desa- wisata.

Huraerah, Abu. (2008). Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat: Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Bandung: Humaniora.

Isbandi, Rukminto Adi. (2007). Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Parma, I Putu Gede. (2013). Faktor-Faktor Pendorong Partisipasi Masyarakat dalam Festival Pesona Pulau Serangan di Kota Denpasar. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya. Vol. 1. No.2. Hal: 18-29).

Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pariwisata Tahun 2015-2019

Nalayani, N.N.A.H. (2016). Evaluasi dan Strategi Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Master Pariwisata. Vol 2 (2) hal. 189-198.

Nelsye L. (2018). Pengembangan Makanan Tradisional Bali pada Pasar Malam di Pasar Sindu, Sanur, Bali. Jurnal Ilmiah Hospitality Management. Vol. 9 (1). Hal. 83-92.

Downloads

Published

2024-01-08

How to Cite

Agustini, I. G. A. A. (2024). Pendampingan Kelompok Sadar Wisata Dewi Manis dalam Memanfaatkan Tanaman Gonda Menjadi Produk Oleh-oleh Khas Desa Bongan, Tabanan, Bali. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(11), 2782–2791. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i11.609

Issue

Section

Articles