Permasyarakatan Ekstrak Buah Mahkota Dewa Dalam Preventif Diabetes Mellitus Di Kabupaten Aceh Barat
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i11.636Keywords:
Diabetes Mellitus, Preventif, Mahkota DewaAbstract
Data Internasional Diabetes Federation bahwa populasi diabetes melitus pada Asia Tenggara dan wilayah pasifik barat prevalensi diabetes melitus sebanyak 11,3% ,8,8% dan 7,9%. Studi melaporkan bahwa 60% berasal populasi diabetes di Asia. Penderita penyakit diabetes mellitus di Aceh Tahun 2019 sebanyak 138,291 penderita, sedangkan yang mendapat pelayanan sesuai standar sebanyak 95,0.5 atau sebesar 69%. Kabupaten Aceh Barat termasuk Kabupaten tertinggi kasus penyakit diabetes mellitus sebanyak 13,803 penderita. Mahkota dewa di pada aneka macam butir mahkota dewa terkandung senyawa fenolik dan flavonoid lengkap yang mempunyai sifat pencegahan kanker, mitigasi dan sitotoksik. Minuman herbal bisa dibuat menggunakan banyak sekali cara diantaranya dengan butir asli atau tanpa butir. Pelaksanaan kegiatan memilikki beberapa tahapan, yaitu tahapan survei awal, audensi dengan aparat desa, persiapan pelaksanaan kegiatan, kegiatan sosialisai dan edukasi kepada penderita, dilanjutkan pada tahapan diskusi dan tanya jawab pada peserta terkait dengan pentingnya menjaga pola makan untuk pencegahan penyakit diabetes dengan memberdayakan ektrak buah mahkota dewa sebagai komoditi tanaman diwilayah pesisir Sebagian besar penderita diabetes mellitus di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat masih mengonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak gula yang paling banyak dikonsumsi setiap hari hampir (100 %) padahal jenis makanan yang mengandung banyak gula, lemak dan natrium dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan penderita Diabetes Mellitus.
Downloads
References
ADA (American Diabetes Association). (2014). Diagnosis and Classification of DiabetesMellitus. Diabetes Care
Albinur, P. S. (2011). Isolasi Senyawa Flavonoida Dari Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl). http://repository.usu.ac.id/handle/12345 6789/30132. Diakses 17 Juli 2023.
Apriyanti, M. (2012). 10 Tanaman Obat Paling Berkhasiat & Paling Dicari. Jakarta :Pustaka Baru Press.
Dyah, N. & Firman. (2008). Mahkota Dewa Dan Manfaatnya. Bekasi : Ganeca exact. Dinkes Aceh, (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2018. Aceh: Dinkes Aceh.
Hendra R., Ahmad S., Sukari A., Shukor M.Y. and Oskoueian E., (2011), Flavonoid analyses and antimicrobial activity of various parts of Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl fruit, International Journal of Molecular Sciences, 12 (6), 3422–3431. Diakses 22 Juli 2023
Mariani, R., 2010, Aktivitas Antiradang dari Senyawa Dominan Buah Mahkota Dewa Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl, Majalah Farmasi Indonesia, 21(2), 129-133. Oshimi, S.; et al. .2008. Studies on the constituents from the fruits of Phaleria macrocarpa. J. Nat. Med. 62, 207–210.
Smeltzer, & Bare. (2008). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Kedokteran EGC.
Streppel, M. T. et al. (2014) ‘Nutrient-Rich Foods, Cardiovascular Diseases and All-Cause Mortality: The Rotterdam Study’, European Journal of Clinical Nutrition, 68(6), pp. 741–747. doi: 10.1038/ejcn.2014.35.
Suyono S. Diabetes Melitus di Indonesia. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. IV ed. Jakarta: Pusat penerbitan Ilmu Penyakit dalam FK UI; 2006
Tamara Ervy, dkk, 2014. Hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe II di rsud arifin achmad provinsi riau JOM PSIK Vol.1 No.2 Oktober2014.file:///E:/DOCUMENT%20KAMPUS/SEMESTER%208/JURNAL%20OKE/DUK.KEL.pdf diakses 3 Mei 2023]
Wicaksono, D. 2011.Tingkat Kecemasan Lansia Dengan Penurunan Fungsi Penglihatan Dan Pendengaran. Karya Tulis Ilmiah Tidak Diterbitkan. Ponorogo: Program Study Ilmu Keperawatan UNMUH PONOROGO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Zakiyuddin Zakiyuddin, Rinawati Rinawati, T. Alamsyah, Yarmaliza Yarmaliza, Teungku Nih Farisni, Fitriani Fitriani, Ambia Nurdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












