Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pembuatan Kapsul Daun Beluntas RW 1 Di Kelurahan Sukoharjo Kec. Klojen Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kota Malang

Authors

  • Wibowo Wibowo STIKes Panti Waluya Malang, Indonesia
  • Ani Riani Hasana STIKes Panti Waluya Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i12.678

Keywords:

Kader Kesehatan, daun beluntas, Kapsul

Abstract

Saat ini masyarakat masih banyak menggunakan pengobatan tradisional sebagai pengobatan alternatif. Salah satu tumbuhan yang terdapat di Indonesia yang dijadikan pengobatan tradisional yaitu tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less). Tanaman tersebut banyak ditanam di pekarangan warga Kelurahan Sukoharjo. Kader kesehatan di kelurahan ini belum memiliki pengetahuan tentang kandungan dan manfaat daun beluntas serta cara pengolahan daun beluntas untuk dijadikan sediaan dalam bentuk kapsul. Tahap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi persiapan administratip, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan dilakukan selama 3 hari pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2023 pukul 09.30-11.00. Kegiatan di hari pertama diawali dari pengisian pretest, dan didapatkan nilai rata-rata 4,55. Pada hari kedua peserta diberi penjelasan tentang kandungan dan manfaat daun beluntas bagi kesehatan lansia serta demonstrasi pembuatan kapsul daun beluntas. Pada akhir pelatihan dilakukan post test terhadap penguasaaan materi yang diberikan didapatkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 8,11. Evaluasi terhadap ketrampilan dilakukan pada 18 orang peserta yang mengatakan belum pernah membuat kapsul daun beluntas dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan redemonstrasi sesuai dengan yang diajarkan saat pelatihan. Penilaian ketrampilan dengan menggunakan checklist terhadap persiapan alat, cara pembuatan kapsul. didapatkan hasil semua kelompok bisa menyiapkan alat yang dibutuhkan dengan lengkap dan melakukan pembuatan kapsul sesuai dengan prosedur yang diajarkan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Salemba Medika. Jakarta.

Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Obat Jilid 1. Jakarta: PT Pustaka Bunda.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Nurhalimah N, dkk. (2015). Efek Antidiare Ekstrak Daun Beluntas pada Mencit Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3 (3): 1083-1094.

Susetyarini Eko; dkk. (2019). Atlas Morfologi Anatomi Beluntas (Pluchea Indica). Universitas Muhammadiyah Malang : Malang.

Supardi, Sudibyo dan Andy L.S. (2010). Penggunaan Obat Tradisional dalam Upaya Pengobatan Sendiri di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kesehatan : Jakarta.

Valkenburg, JLCH van; Bunyapraphatsara N. (2001). Pluchea indica in: Plant Resources of South East Asia No 12 (2). Prosea Foundation, Bogor, Indonesia: 441-443.

Wijayakusuma, H., dan Dalimartha, S. (2001) Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Darah Tinggi. Penebar Swadaya, Jakarta

WHO. (2012). WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023. Scholars research library

Downloads

Published

2024-02-02

How to Cite

Wibowo, W., & Hasana, A. R. (2024). Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pembuatan Kapsul Daun Beluntas RW 1 Di Kelurahan Sukoharjo Kec. Klojen Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kota Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(12), 3334–3340. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i12.678

Issue

Section

Articles