Kaji Terap Tanaman Akumulator Limbah Timbal (Pb) di Desa Mangunsaren, Kabupaten Tegal

Authors

  • Maulana Teguh Perdana Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Titiek Deasy Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Budi Santoso Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Mohammad Samsul Bakhri Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Muhammad Nursyams Hilmi Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Yuli Nurasri Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Yohannes S.M. Simamora Politeknik Purbaya, Kabupaten Tegal, Indonesia
  • Kawi Boedisetio Perhimpunan Untuk Peningkatan Usaha Kecil Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i4.71

Keywords:

tanaman akumulator, limbah timbal, Desa Mangunsaren, Kabupaten Tegal

Abstract

Sejumlah industri kecil menengah (IKM) di Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaen Tegal, bergerak dalam bidang penyepuhan logam. Berdasarkan pengamatan, pengolahan limbah industri tersebut belum dikelola dengan baik. Hal ini dikhawatirkan akan berpotensi mencemari lingkungan di sekitarnya dengan logam berat seperti timbal (Pb). Sinyalemen ini diperkuat dengan hasil pengujian terhadap beberapa titik terutama di sekitar IKM penyepuhan logam. Tampak bahwa kandungan Pb pada kisaran 11,58 hingga 462,07 ppm. Di sisi lain, pada literatur diperlihatkan bahwa gelagah (saccharum spontaneum) merupakan tanaman akumulator Pb. Berdasarkan  pengetahuan ini, dilakukan inisiasi penanaman gelagah pada titik-titik yang tercemari Pb di Desa Mangunsaren.  Kegiatan kaji terap ini mendapat dukungan dari IKM, Pemerintah Kabupaten Tegal, Karang Taruna Desa Mangunsaren, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tarub, Karang Taruna Kabupaten Tegal, Pemerintah Desa Mangunsaren, dan Dinas Lingungan Hidup Kabupaten Tegal. Dukungan ini berupa penyediaan lahan penanaman, penyediaan bibit, hingga partisipasi dalam kegiatan penananaman. Hasil pokok kegiatan ini adalah ketersediaan titik-titik uji yang dapat diamati tiga bulan berikutnya untuk mengukur selisih tingkat pencemaran Pb sebelum dan sesudah penanaman gelagah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asiabadi, F.I., Mirbagheri, S.A., Radnezhad, H. 2014. A fuzzy logic model to determine petroleum hydrocarbons concentration at different depths of contaminated soil during phytoremediation. Nature Environment and Pollution Technology. Vol. 14(2): 391-396.

Govindasamy, C., Arulpriya, M., Ruban, P., Francisca, L.J., Ilayaraja, A.2011. Concentration of heavy metals in seagrasses tissue of the Palk Strait, Bay of Bengal. Journal Environ. Sci. Vol. 2(1): 145-153.

Handayani, I.K., Setyowati, E., Santoso, A.M. 2013. Efisiensi Fitoremediasi Pada Air Terkontaminasi Cu Menggunakan Salvina molesta mitchel. Proceeding Biology Education Conference. Vol. 10. No. 1.

Riyanto. 2014. Limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B3). Penerbit Deepublish. Yogyakarta.

Rohim Miftahur. 2020. Buku teknologi tepat guna pengolahan sampah. Qiara media partner.

Suhartino. Teknis Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Dan Limbahnya Di Fasilitas Kesehatan. Uwais Inspirasi Indonesia.

Downloads

Published

2023-06-29

How to Cite

Perdana, M. T., Deasy, T., Santoso, B., Bakhri, M. S., Hilmi, M. N., Nurasri, Y., Simamora, Y. S., & Boedisetio, K. (2023). Kaji Terap Tanaman Akumulator Limbah Timbal (Pb) di Desa Mangunsaren, Kabupaten Tegal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(4), 127–133. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i4.71

Issue

Section

Articles