Penyuluhan Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi Sediaan Obat Tradisional Sederhana dan Keamanan Obat Tradisional bagi Masyarakat Kampung Kamayakha, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i12.764Keywords:
Penyuluhan, Tanaman Obat Keluarga, Obat TradisionalAbstract
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman obat yang dibudidayakan di sekitar halaman rumah yang digunakan dalam pengobatan. Kampung Kamayakha adalah salah satu kampung di Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura yang terletak memiliki tanaman obat tetapi belum banyak diolah menjadi sediaan obat tradisional sederhana. Penggunaan obat tradisional (khusus herbal) juga belum diketahui masyarakat secara tepat agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu penyuluhan pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi sediaan obat tradisional sederhana dan keamanan obat tradisional bagi masyarakat Kampung Kamayakha penting dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi tiga tahap yaitu tahap pertama administratif, tahap kedua pelaksanaan dan tahap ketiga pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 16 Februari 2024 dan 22 Februari 2024 dengan metode penyuluhan dan tanya jawab (diskusi) dengan media leafleat dan video demonstrasi. Setelah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan terkait pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi sediaan obat tradisional sederhana dan keamanan obat tradisional kepada masyarakat telah dilakukan selama dua hari dan diharapkan memberikan pengetahuan terkait pengolahan TOGA dan keamanan obat tradisional yang dapat diaplikasikan sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kampung Kamayakha.
Downloads
References
BPS Kabupaten Jayapura, J. D. A. 2020. (2020). Penyediaan Data Untuk Perencanaan Pembangunan. 400. jatim.bps.go.id
Jumriana, Werling, R., Saripa, & Syaiful. (2021). Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Tanaman Obat Keluarga Di Kelurahan BatuSebagai Persediaan Obat Herbal Keluarga. Jurnal Lepa-Lepa Open, 1(3), 471–479. https: //ojs.unm.ac.id/JLLO/index
Leswara, D. F., & Mufrod. (2023). Edukasi Keamanan Dalam Penggunaan Obat Herbal. Journal of Innovation in Community Empowerment, 5(2), 109–113. https://doi.org/10.30989/jice.v5i2.970
Ningsih, I. Y. (2016). Keamanan Jamu Tradisional. Modul Saintifikasi Jamu, 1–36. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/77274/Modul SJ Keamanan Jamu_Indah Yulia Ningsih.pdf?sequence=1
Puji Dyah Nurhayati, A., Ghaissani, S. S., Setiawan, E., Sa’adah, N. N., Ashuri, N. M., Abdulgani, N., Hidayati, D., Navastara, D. A., Prasetyo, D., & Rosdiana, L. (2022). Produk Herbal Ramah Lingkungan di Desa Oro-oro Ombo- Batu Malang, Provinsi Jawa Timur Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Masyarakat. Sewagati, 6(4), 1–14. https://doi.org/10.12962/j26139960.v6i4.98
Vitaria. W. A, et all. (2021). Pelita Abdi Masyarakat. Pelita Abdi Masyarakat, 1(2), 93–98.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Gabriela Welma Litaay, Sendy Stefanie Longe, Dita Angra Sari Hs

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












