Pekerja Perempuan Dan Optimalisasi Psychological Well Being

Authors

  • Yenny Yenny Universitas Mercu Buana, Indonesia
  • Rizki Dawanti Universitas Mercu Buana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i1.777

Keywords:

Komunikasi, suami istri, theraply, kognitif

Abstract

Kehidupan rumah tangga antara suami dan Istri tidak terlepas dari permasalahan yang menyertainya. Salah satu akar permasalahannya bisa jadi adalah kurangnya kesepahaman atau tidak berjalannya komunikasi yang baik antara suami dan istri tersebut. Kebuntuan komunikasi antara pasangan suami istri ini, muncul akibat tidak adanya komunikasi yang aktif dan intensif antara suami dengan isteri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurai permusalahan yang muncul dalam jalinan hubungan suami istri dengan mencoba mencari solusi melalui pendekatan kognitif. Mitra sasar dalam pengabdian masyarakat ini adalah anggota dharma wanita kementrian tenaga kerja di wilayah Bekasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan metode theraply. Pemberian materi dan Theraply ini berhasil meningkatkan pemahaman komprehensif dan level kesejahteraan psikologis peserta

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, S. W., & Dearly. (2023). Meningkatkan Kebahagian Dengan Menggunakan Pendekatan Psikologi Positif Pada Pekerja Migran. 1(5), 340–346.

Black, K., & Lobo, M. (2008). A Conceptual Review of Family Resilience Factors. Journal of Family Nursing, 14(1), 33–55. https://doi.org/10.1177/1074840707312237

Deviana, R. (2022). Pemaafan pada Perempuan Korban Perselingkuhan dalam Hubungan Perkawinan. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 6(2), 104. https://doi.org/10.20961/jip.v6i2.55791

Dona Fitri Anisa; Ifdil. (2016). Konsep Kecemasan (Anxiety) pada Lanjut Usia (Lansia). Konselor, 5(12), 93–99.

DWP. (2018). Sejarah DWP. Dharma Wanita. https://dharmawanitapersatuan.id/sejarah-dwp/

Ginanjar, A. S. (2009). Proses Healing pada Istri yang Mengalami Perselingkuhan Suami. Makara, Sosial Humaniora. Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia., 13(1), (66-76).

Halim, A. (2018). Pola Komunikasi Keluarga Pasca Perselingkuhan. Jurnal E-Komunikasi, 6(1), 12.

Ilyas Istianur Praditya. (2023). PNS Selingkuh Dianggap Langgar Kode Etik, Siap-Siap Dipecat. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/bisnis/read/5385774/pns-selingkuh-dianggap-langgar-kode-etik-siap-siap-dipecat

Ismiyati Yuliatun. (2020). Sehat Mental Atau Gangguan Mental ? Berawal Dari Keluarga. RSJAD Dr Arif Zainudin. https://rsjd-surakarta.jatengprov.go.id/2020/08/27/sehat-mental-atau-gangguan-mental-berawal-dari-keluarga-oleh-ismiyati-yuliatun-s-psi-psi/

Laila Meiliyandrie Indah Wardina & Sri Wahyuning Astuti. (2019). Gambaran Kesejahteraan Psikologi Generasi Milenial Pengguna Media Digital Di Jakarta Selatan. Southeast Asia Psychology Journal, 7(1), 1–14.

Suciptawati, Ni Luh Putu, & M. S. (2005). FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERSELINGKUHAN SERTA TINDAK LANJUT MENGATASINYA. Jurnal Studi Jender SRIKANDI, 4(1).

Yenny, Y., Astuti, S. W., & Irmawan, D. (2022). Revisi Komunikasi Dengan Pendekatan Psikologi Positif Sebagai Upaya Mengatasi Toxic Relationship. Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar, 2(1), 72–79. https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i1.18438

Downloads

Published

2024-03-13

How to Cite

Yenny, Y., & Dawanti, R. (2024). Pekerja Perempuan Dan Optimalisasi Psychological Well Being. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(1), 103–109. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i1.777

Issue

Section

Articles