Remaja Sehat Bebas Anemia Di MTS Raudhatul Tholibin

Authors

  • Yetty Dwi Fara Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
  • Mahdalyanti Mahdalyanti Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
  • Eni Rusmawati Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
  • Marina Eka Wati Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia
  • Nefi Yunfindi Sari Universitas Aisyah Pringsewu Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i2.833

Keywords:

Siswa-siswi, Kere, Bebas Anemia

Abstract

Remaja merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai sejumlah perubahan biologis, kognitif, dan emosional. Perubahan biologis yaitu pertambahan tinggi badan, perubahan hormonal, dan kematangan seksual. Perubahan kognitif yang terjadi adalah meningkatnya berpikir abstrak, idealistis, dan logis. Perubahan sosio emosional meliputi tuntutan untuk mencapai kemandirian, konflik dengan orang tua dan keinginan untuk meluangkan waktu bersama teman sebaya. Oleh karena itu, masa siswa-siswi adalah masa yang lebih banyak membutuhkan zat gizi.  Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi adiksi Anemia pada siswa-siswi. Pelakasanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti siswa-siswi di MTS Raudhatul Tholibin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan siswa diberikan pretest dan posttest. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak terjadinya anemia bagi tubuh beserta bahayanya dan memberikan hasil peningkatan pengetahuan siswa tentang bahaya anemia. Pentingnya program pencegahan anemia yang dilakukan secara regular agar bisa menyadarkan dan mengingatkan kembali tentang pentingnya waspada tentang anemia

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Badriah, D.L. 2011. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Bandung: PT Refika Aditama.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Laporan Nasional 2013, pp.1–384.

Cahya, D. 2013. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Anemia Pada Siswa-siswi Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang. Online http://jurnl.unimus.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/1298/1351. Diakses tanggal 26 Maret 2019. [4] Indartanti, D.et al. 2014. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Siswa-siswi Putri Usia 12-14 Tahun. Skripsi. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran

Giannakopoulos, G, Chara Tzavara, Christine Dimitrakaki, Gerasimos Kolaitis, Vasiliki Rotsika and Yannis Tountas. (2010). Emotional, behavioural problems and cigarette smoking in adolescence: findings of a Greek cross-sectional study. BMC Public Health. https://doi.org/10.1186/1471-2458-10-57.

Hammado, N. (2014). Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan dan Pembentukan Karakter Manusia. Jurnal Kedokteran dan Farmasi, Volume 1 Nomor 1, 77-84.

Kemenkes, 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan Dan Informasi Kesehatan PadaKemasan Produk Tembakau, Jakarta: Kemenkes RI.

Who, 2015. Global Youth Tobacco Survey (GYTS): Indonesia report 2014, Availableat:http://www.searo.who.int/tobacco/documents/ino_gyts_repor_2014.p df.

Downloads

Published

2024-04-30

How to Cite

Fara, Y. D., Mahdalyanti, M., Rusmawati, E., Wati, M. E., & Sari, N. Y. (2024). Remaja Sehat Bebas Anemia Di MTS Raudhatul Tholibin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(2), 418–422. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i2.833

Issue

Section

Articles