Remaja Sehat Bebas Anemia Di MTS Raudhatul Tholibin
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i2.833Keywords:
Siswa-siswi, Kere, Bebas AnemiaAbstract
Remaja merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai sejumlah perubahan biologis, kognitif, dan emosional. Perubahan biologis yaitu pertambahan tinggi badan, perubahan hormonal, dan kematangan seksual. Perubahan kognitif yang terjadi adalah meningkatnya berpikir abstrak, idealistis, dan logis. Perubahan sosio emosional meliputi tuntutan untuk mencapai kemandirian, konflik dengan orang tua dan keinginan untuk meluangkan waktu bersama teman sebaya. Oleh karena itu, masa siswa-siswi adalah masa yang lebih banyak membutuhkan zat gizi. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi adiksi Anemia pada siswa-siswi. Pelakasanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti siswa-siswi di MTS Raudhatul Tholibin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan siswa diberikan pretest dan posttest. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak terjadinya anemia bagi tubuh beserta bahayanya dan memberikan hasil peningkatan pengetahuan siswa tentang bahaya anemia. Pentingnya program pencegahan anemia yang dilakukan secara regular agar bisa menyadarkan dan mengingatkan kembali tentang pentingnya waspada tentang anemia
Downloads
References
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Badriah, D.L. 2011. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Bandung: PT Refika Aditama.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Laporan Nasional 2013, pp.1–384.
Cahya, D. 2013. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Anemia Pada Siswa-siswi Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang. Online http://jurnl.unimus.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/1298/1351. Diakses tanggal 26 Maret 2019. [4] Indartanti, D.et al. 2014. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Siswa-siswi Putri Usia 12-14 Tahun. Skripsi. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran
Giannakopoulos, G, Chara Tzavara, Christine Dimitrakaki, Gerasimos Kolaitis, Vasiliki Rotsika and Yannis Tountas. (2010). Emotional, behavioural problems and cigarette smoking in adolescence: findings of a Greek cross-sectional study. BMC Public Health. https://doi.org/10.1186/1471-2458-10-57.
Hammado, N. (2014). Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan dan Pembentukan Karakter Manusia. Jurnal Kedokteran dan Farmasi, Volume 1 Nomor 1, 77-84.
Kemenkes, 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2013 tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan Dan Informasi Kesehatan PadaKemasan Produk Tembakau, Jakarta: Kemenkes RI.
Who, 2015. Global Youth Tobacco Survey (GYTS): Indonesia report 2014, Availableat:http://www.searo.who.int/tobacco/documents/ino_gyts_repor_2014.p df.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Yetty Dwi Fara, Mahdalyanti Mahdalyanti, Eni Rusmawati, Marina Eka Wati, Nefi Yunfindi Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














