Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1: Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 Kabupaten Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i2.835Keywords:
pendekatan, sekolah penggerak, merdeka belajarAbstract
Pendekatan berpusat pada siswa menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Penggerak Kabupaten Lamongan Angkatan 3. Penulis berhasil mengidentifikasi tantangan pendidikan, mengembangkan keterampilan pedagogis guru, dan mendalami kurikulum Merdeka Belajar. Kolaborasi erat dengan sekolah memungkinkan perancangan program pendidikan yang lebih relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasilnya, pendekatan berpusat pada siswa berhasil menciptakan perubahan positif dalam sistem pendidikan. Guru dan siswa menjadi lebih siap dalam menerapkan metode pembelajaran yang relevan, sementara keberhasilan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif tanpa memandang latar belakang budaya atau kondisi pribadi. Selanjutnya, kegiatan ini juga berkontribusi pada pembentukan pemimpin masa depan yang lebih kompeten dalam konteks pendidikan melalui Program Sekolah Penggerak Angkatan 3. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini membawa dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut dan memberikan inspirasi untuk melanjutkan upaya perbaikan pendidikan di masa depan.
Downloads
References
Faiz, A., & Faridah, F. (2022). Program Guru Penggerak Sebagai Sumber Belajar. Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 14(1), 82–88. https://doi.org/10.35457/konstruk.v14i1.1876
Fauzi, A. (2022). Implementasi kurikulum Merdeka di sekolah penggerak (Studi kasus pada SMAN 1 Pengaron Kabupaten Banjar). Jurnal Pahlawan, 18(2), 18–22.
Jannati, P., Ramadhan, F. A., & Rohimawan, M. A. (2023). Peran Guru Penggerak Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 330. https://doi.org/10.35931/am.v7i1.1714
Kaput, K. (2018). Evidence for Student-Centered Learning. Education Evolving, January, 1–28.
Lince, L. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai, 1(1), 38–49. https://doi.org/10.47435/sentikjar.v1i0.829
Overby, K. (2011). Student-Centered Learning. 9.
Pedersen, S., & Liu, M. (2003). Teachers’ beliefs about issues in the implementation of a student-centered learning environment. Educational Technology Research and Development, 51(2), 57–76. https://doi.org/10.1007/BF02504526
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3237
Rini, W. A. (2019). Pembelajaran Dengan Pendekatan Student Centered Learning (Scl) Pada Sekolah Minggu. Jurnal Shanan, 3(1), 85–96. https://doi.org/10.33541/shanan.v3i1.1575
Syafi’i, M. I. (2023). Analisis Konseptual Dasar Ilmu Pendidikan dalam Teori Pembelajaran Modern. Jurnal Ilmu Pendidikan &Sosial (Sinova), 01.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Heny Ekawati Haryono, Mustofa Mustofa, Emmy Hamidah, Luluk Faridah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












