Kegiatan Fisik Untuk Mengatasi Penurunan Fungsi Kognitif (Demensia Dan Delirium) Pada Lansia Di Sekolah Lansia Bahtera
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i3.878Keywords:
Lansia, Demensia, Delirium, Fungsi Kognitif, Kegiatan FisikAbstract
Seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atau dikenal dengan istilah Lanjut Usia atau Lansia, merupakan kelompok umur pada manusia yang memiliki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses penuaan membawa berbagai perubahan pada lansia, meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Pada lansia, demensia dan delirium kerap dialami. Delirium adalah kondisi ketika seseorang mengalami kebingungan parah sehingga terjadi penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan Demensia adalah gangguan penurunan fisik otak yang mempengaruhi emosi, daya ingat dan pengambilan keputusan dan biasa disebut pikun. Kegiatan fisik ternyata mampu untuk membantu menurunkan resiko demensia pada Lansia. Kegiatan dilakukan pada 140 orang Lansia di Sekolah Lansia Bahtera (Bahagia dan Sejahtera). Kegiatan yang diberikan yaitu pemberian edukasi mengenai demensia dan delirium, senam brain gym, dan games teka teki. Kegiatan fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan Lansia. Melalui kegiatan fisik yang teratur, membuat Lansia memperoleh berbagai manfaat seperti kekuatan otot, menjaga keseimbangan, memperbaiki postur tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, kegiatan fisik dapat membantu dalam menjaga kognisi dan fungsi otak, mengurangi resiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan jantung, serta meningkatkan kualitas tidur dan mood.
Downloads
References
Al-Finatunni’mah, A., & Nurhidayati, T. (2020). Pelaksanaan Senam Otak untuk Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia. Ners Muda, 1(2), 139. https://doi.org/10.26714/nm.v1i2.5666
Effendi et, al. (2014). Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Kejadian Demensia pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Jember. (n.d.). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 2 (no. 2), Mei 2014.
Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia Volume, J., Kurniasih Program Studi, E. S., Ekstensi, K., Mitra Keluarga Bekasi, Stik., & Ahadi Pradana Program Studi, A. S. (n.d.). Telaah Pengetahuan Keluarga Akan Kondisi Demensia pada Lansia. http://ejournal.undhari.ac.id/index.php/jikdi
Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Diunduh.
Kuniarsih, E. & Pradana, A. A. (2022). Telaah Pengetahuan Keluarga Akan Kondisi Demensia Pada Lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia. Vol. 02, No 1, Juni 2022. Es-ISSN 2807-8454. Diunduh
Rasyid W., Mailita W., (2022). Screening dan StrategiPencegahan Delirium Pada Lansia Di Puskesmas Andalas Padang. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Volume 1 Nomor 2, 2022, hal. 168-171. https://journal.sinergicendikia.com/index.php/
Suwarni, S., Setiawan, S., & Syatibi, M. M. (2017). Hubungan Usia Demensia Dan Kemampuan Fungsional Pada Lansia. (n.d.). Jurnal Keterapian Fisik, 2(1), 34–41. https://doi.org/10.37341/jkf.v2i1.77
Tadung, F. P., & Mamuko, M. R. (2022). Pendamping Pastoral Bagi Kamum Lansia di Panti Werda Damai Ronomuut. Jurnal Pastoral Konseling, Vol. 3(2). 26 – 43.
Trisnowati, T. T., & Sunaryanti, B. (2023). Fungsi Kognitif Wanita Lanjut Usia Ditinjau dari Tipe Keluarga. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 3(3), 789–800. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i3.9991
Zhang, Y., Mei, D., Pei, H., & Chen, G. (n.d.). (2022) THE DYNAMIC RELATIONSHIP BETWEEN MULTIDIMENTIONAL ENVIRONMENT AND PHYSICAL ACTIVITY PARTICIPATION.https://academic.oup.com/innovateage/article/6/Supplement_1/799/6939703
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Nurwahyuni Nasir, Yomima Viena Yuliana, Sandra Adetya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












