Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal untuk Pencegahan dan Penanganan Wasting dan Stunting Pada Balita di Desa Rejosari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu

Authors

  • Septika Yani Veronica Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Elsa Destiana Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Siti Komariah Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Wahyuni Eka Putri Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Ika Nur Fadilah Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Novi Hestina Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Terresia Novita Dewi Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Deta Juliani Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Dini Riskiani Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Aulia Siskarina Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2833

Keywords:

Makanan Tambahan, Gizi Balita, Pangan Lokal, Stunting, Wasting

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita serta literasi gizi keluarga melalui pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di wilayah kerja Puskesmas Rejosari, Kecamatan Pringsewu. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu dengan anak usia 15–60 bulan yang mengalami wasting dan stunting. Tujuan utama kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi, pemanfaatan bahan pangan lokal, dan penguatan peran Posyandu sebagai pusat edukasi gizi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan edukatif melalui lima tahap: identifikasi masalah, edukasi materi gizi dan PMT, demonstrasi pembuatan PMT (sempol ayam tahu dan puding kacang hijau), evaluasi pre- dan post-test, serta penyusunan produk inovasi. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi partisipatif, kuesioner, dan dokumentasi kegiatan. Analisis data bersifat deskriptif, menyoroti perubahan skor pengetahuan dan keterampilan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman ibu balita mengenai gizi, terbukti dari rata-rata skor pre-test 56,00 menjadi post-test 85,50. Produk PMT dinilai mudah dibuat dan digemari anak-anak. Kesimpulannya, pemberian PMT berbasis pangan lokal secara edukatif dan aplikatif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mendukung perbaikan status gizi balita. Rekomendasi mencakup pelatihan lanjutan, pengembangan variasi menu, serta integrasi program ke dalam kegiatan rutin Posyandu untuk keberlanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjani, D. M., Nurhayati, S., & Immawati. (2024). Penerapan Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan IbuTentang Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Uptd PuskesmasRawat Inap Banjarsari Metro Utara. Jurnal Cendikia Muda, 4(1), 62–69.

Das, S., Sanchez, J. J., Alam, A., Haque, A., Mahfuz, M., Ahmed, T., & Long, K. Z. (2020). Dietary magnesium, vitamin D, and animal protein intake and their association to the linear growth trajectory of children from birth to 24 months of age: Results from MAL-ED birth cohort study conducted in Dhaka, Bangladesh. Food and Nutrition Bulletin, 41(2), 200–210. https://doi.org/10.1177/0379572119892408

Dinkes. (2021). Profil Kesehatan Lampung Tahun 2020. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. (2023). Peraturan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Nomor HK.02.02/B/1622/2023 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal bagi Ibu Hamil dan Balita.

Handajani, D. O. (2023). Pelatihan pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal di Desa Domas Kabupaten Gresik

Muhammad Habib Aziz Syahroni, N. A. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan Anak Usia Prasekolah (4-6 Tahun) Ditinjau Dari Capaian

Nurfadilah, N., Supit, A. S. R., & Pangemanan, D. H. C. (2023). Atrophic glossitis pada defisiensi nutrisi. e-GiGi, 11(2), 253.

Ramazana, C. V., & Z. S. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan lokal terhadap status gizi pada balita gizi kurang di Puskesmas Simpang Tiga Aceh Besar.

Sandall, A. M., Wall, C. L., & Lomer, M. C. E. (2020). Nutrition assessment in Crohn’s disease using anthropometric, biochemical, and dietary indexes: A narrative review. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 120(4), 624–640. https://doi.org/10.1016/j.jand.2019.04.013

Tri Purwanti, & N. M. (2023). Pelatihan pemberian makanan tambahan pada balita untuk pemulihan status gizi stunting dan gizi kurang

Wibowo, S. E., Nuraini, H., Syukroni, A., & Sarilah. (2023). Featured Product “Mung Bean Agar” In Carangrejo Village To Reduce The Risk Of Stunting. Jurnal Inovasi Dan Pengembangan Hasil Pengabdian Https://Doi.Org/10.61650/Jip-Dimas.V1i1.23

Downloads

Published

2025-08-13

How to Cite

Veronica, S. Y., Destiana, E., Komariah, S., Putri, W. E., Fadilah, I. N., Hestina, N., Dewi, T. N., Juliani, D., Riskiani, D., & Siskarina, A. (2025). Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal untuk Pencegahan dan Penanganan Wasting dan Stunting Pada Balita di Desa Rejosari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(6), 2889–2897. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2833

Issue

Section

Articles