Pemanfaatan Bahan Alam Sebagai Terapi Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.2901Keywords:
Hipertensi, Mentimun, Seledri, Terapi herbal, Edukasi kesehatanAbstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Penggunaan obat antihipertensi jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang aman dan mudah diakses, seperti bahan alam. Mentimun (Cucumis sativus L.) mengandung kalium dan bersifat diuretik, sedangkan seledri (Apium graveolens L.) memiliki senyawa vasodilator seperti apiin dan mannitol, yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan sari mentimun serta rebusan daun seledri sebagai terapi pendukung hipertensi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pengecekan tekanan darah gratis, pemaparan materi, dan sesi tanya jawab interaktif di wilayah Kuin Cerucuk, Banjarmasin, dengan peserta sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan pemanfaatan herbal sebagai terapi pendukung. Peserta juga diajarkan cara pengolahan bahan alam secara higienis. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis bukti ilmiah mengenai mentimun dan seledri dapat menjadi solusi alternatif dalam manajemen hipertensi, mengurangi ketergantungan pada obat sintetis, serta meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat. Dukungan tindak lanjut berupa monitoring dan publikasi diharapkan dapat memperluas dampak positif kegiatan ini.
Downloads
References
American Heart Association (AHA). Lifestyle management to reduce cardiovascular risk: A scientific statement. Circulation. 2023;147(3):36-45. hlm. 38.
British National Formulary (BNF). BNF 83. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2022. hlm.1123.
European Society of Hypertension (ESH). 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension. J Hypertens. 2023;41(6):873-981. hlm. 50, 54.
Kemenkes RI. (2019). Pedoman Pengendalian Hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi. Jakarta: Kemenkes RI; 2021. hlm. 80.
Muzakar & Nuryanto. Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. J. Pembang. Mns 53, 1689-1699 (2018)
Aloanis, F., & Pramono, W. H. (2023). Pengaruh Pemberian Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Sendangmulyo Kecamatan Tembalang. Jurnal Ners Widya Husada, 10(1).
Permenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Formularium Obat Herbal asli Indonesia. 152, (Mennteri Kesehatan Republik Indonesia)
Sari, D. & Lestari, W. (2018). Penyuluhan Hipertensi dan Pencegahannya pada Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(1), 22–28.
World Health Organization (WHO). Guideline for sodium intake for adults and children. Geneva: WHO; 2022. hlm. 90, 95.
WHO. (2019). Hypertension. Geneva: World Health Organization.
Wijayanti, N. (2020). Efektivitas Ekstrak Seledri dalam Menurunkan Tekanan Darah. Jurnal Kesehatan Herbal, 5(2), 112–1
Yekti S & Ari Wulandari. (2014). Cara jitu Mengatasi Hipertensi. Yogyakarta: Andi Offsite
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Rizqiannoor, Khairunnisa Khairunnisa, Mahmudah Mahmudah, Rafli Maulana, Siti Napisah, Siti Nashihah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












