Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Bahan Alami

Authors

  • Andreas Sitorus Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Afiifa Aulia Rahma Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Anastasia Deswinda Putri Oktavia Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Chelsi Valen Ananta Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Firzana Azmi Effasari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Junita Purnamasari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Luthfi Fatta Fitria Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Nida Hasna Rizqiya Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Rahimah Rahiman Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Shinta Anugerah Jaya Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Dewi Ramonah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia
  • Intan Martha Cahyani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.2965

Keywords:

Sabun cuci piring, Daun pandan, Jeruk nipis, Kemandirian masyarakat, Potensi wirausaha

Abstract

Sabun merupakan kebutuhan pokok rumah tangga dalam mendukung berbagai aktivitas domestik yang membutuhkan biaya cukup tinggi untuk memenuhinya, salah satunya sabun cuci piring. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai cara pembuatan sabun cuci piring yang dapat dibuat secara mandiri dengan bahan yang tersedia di dapur diantaranya daun pandan dan jeruk nipis. Pelatihan pembuatan sabun cari dari bahan alami merupakan solusi alternatif dalam mengatasi masalah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesadaran lingkungan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat kelurahan Plamongansari Semarang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai cara pembuatan sabun, manfaat daun pandan dan jeruk nipis, demonstrasi langsung dan diskusi interaktif. Pada sesi demonstrasi dan diskusi interaktif peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan 5 pendamping pemateri sehingga materi yang disampaikan lebih tepat sasaran. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya meningkatnya pengetahuan, pemahaman, ketrampilan serta minat kemandirian warga dalam pembuatan sabun cuci piring dari bahan alami yang berpotensi untuk dapat dikembangkan menjadi produk wirausaha rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, peduli lingkungan dan berdaya secara ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiningsih, W. A., & Mindaningsih. (2015). Optimasi Cairan Penyari Pada Pembuatan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius, Roxb)Secara Maserasi Terhadap Kadar Fenolik dan Flavonoid Total. Jurnal Momentum, 6(2), 36–41.

Almahy, H. A. H., Hassen, M. S., & Mahamoud, A. M. (2020). Natural surfactants and their applications in green chemistry. Journal of Environmental Chemical Engineering, 8(6), 104337.

Hapsari, P., Sudaryanto, B., & Rahman, T. (2022). Evaluasi Program Pemberdayaan Berbasis Usaha Mikro Keluarga. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 112–120.

Kusuma, A., Wulandari, S., & Andriani, T. (2018). Studi Perbandingan Efek Iritasi Sabun Herbal dan Komersial. Jurnal Kesehatan Dan Lingkungan, 4(2), 55–61.

Manjare, S., Jadhav, A., & Sawant, S. (2015). Synthetic detergents: their adverse environmental effects and green alternatives. International Journal of Environmental Science and Development, 6(9), 696–701.

Mohana, D. C., Satish, S., & Raveesha, K. A. (2018). Antibacterial and antioxidant properties of Pandanus amaryllifolius. International Journal of Green Pharmacy, 12(1), 15–20.

Nasution, S. R. A., Siregar, N. W., Napitupulu, C., & Pohan, R. A. (2022). Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Lidah Buaya Untuk Meningkatkan Kreativitas Remaja Pemuda Pemudi Di Desa Sidingkat. Jurnal Adam Ipts, 1(2), 176–180.

Noura, M., Arbiati, R., & Pranowo, D. (2015). Extraction and characterization of lime essential oil (Citrus aurantiifolia) for antimicrobial use. Procedia Chemistry, 16, 211–218.

Nugroho, A., & Wulandari, R. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Produk Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(3), 98–105.

Rahmawati, D., Wahyuni, S., & Mulyani, T. (2020). Inovasi Sabun Cair Herbal sebagai Produk UMKM. Jurnal Teknologi Dan Kesehatan, 8(1), 55–60.

Rohimah, U., Dini, A., & Fadillah, T. (2021). Penerimaan Masyarakat Terhadap Pelatihan Produk Ramah Lingkungan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan, 6(2), 99–107.

Sari, D. K., Maulana, A., & Yuliana, A. (2023). Analisis Preferensi Konsumen terhadap Produk Rumah Tangga Ramah Lingkungan. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Daerah, 7(1), 44–52.

Sukmawati, Rauf, S., Nadimin, & Khalifah, N. (2015). Analisis Penggunaan Bahan Tambahan Makanan di Kantin Nutrisia Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar. Media Gizi Pangan, 19(1), 73–77.

Syamsudin, M., Faridah, N., & Fauzan, R. (2019). Analisis Kandungan Bahan Aktif Sabun Alami dan Dampaknya terhadap Lingkungan. Jurnal Kimia Hijau Indonesia, 5(1), 27–35.

Yuniar, L. E., Pramono, S. E., & Prayitno, A. S. (2019). Environment content-based teaching material construction for social studies. Journal of Educational Social Studies, 8(2), 45–62.

Downloads

Published

2025-09-02

How to Cite

Sitorus, A., Rahma, A. A., Oktavia, A. D. P., Ananta, C. V., Effasari, F. A., Purnamasari, J., Fitria, L. F., Rizqiya, N. H., Rahiman, R., Jaya, S. A., Ramonah, D., & Cahyani, I. M. (2025). Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Bahan Alami . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(7), 3230–3235. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.2965

Issue

Section

Articles