Sosialisasi Pemahaman Cyberbullying dan Cakap Bersosial Media Pada Anak SDN 41 Pekanbaru untuk Menunjang Poin 4 SDGs (Pendidikan Berkualitas)
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.3019Keywords:
Cyberbullying, Penipuan Online, Cakap Bersosial Media, SDGsAbstract
Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam menunjang pembangunan berkelanjutan, sebagaimana ditegaskan dalam poin ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs). Namun, perkembangan teknologi membawa tantangan baru, khususnya fenomena cyberbullying yang semakin marak di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu perkembangan psikologis anak, tetapi juga berpotensi menghambat tercapainya pendidikan yang aman dan inklusif. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi mengenai pemahaman cyberbullying dan etika bersosial media dilaksanakan di SDN 41 Pekanbaru sebagai upaya preventif sekaligus edukatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif kepada siswa-siswi mengenai bahaya cyberbullying, cara menghindarinya, serta pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran literasi digital sejak dini agar sejalan dengan pencapaian poin SDGs 4, yaitu pendidikan berkualitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, wawancara, pre-test, penyampaian materi interaktif, hingga post-test. Proses sosialisasi dilakukan secara bertahap selama tiga minggu, melibatkan 60 siswa/i kelas 5 dan 6 sebagai partisipan utama. Materi yang diberikan meliputi pemahaman cyberbullying, penipuan daring, serta konsep cakap bersosial media. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan. Pre-test memperlihatkan mayoritas siswa belum memahami sepenuhnya tentang cyberbullying maupun etika digital. Namun, setelah rangkaian sosialisasi, hasil post-test memperlihatkan mayoritas siswa/i mampu mengenali bentuk cyberbullying, mengetahui langkah pencegahan, serta menunjukkan sikap lebih bijak dalam bersosial media. Kesimpulannya, sosialisasi ini berhasil menumbuhkan pemahaman baru dan menjadi sarana internalisasi norma positif bagi siswa/i SDN 41 Pekanbaru. Dengan kolaborasi sekolah, orang tua, dan tim pengajar, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital anak, tetapi juga memperkuat upaya pencapaian pendidikan berkualitas dalam kerangka SDGs.
Downloads
References
Agatston, P. W., Kowalski, R., & Limber, S. (2007). Students’ perspectives on cyber bullying. Journal of Adolescent Health, 41(6), S59-S60.
Chan, J. (2024). Reviewing and reconceptualising cyberbullying through a social and sustainable lens. The Social Science Journal, 1-14.
Fauman, M. A. (2008). Cyber bullying: Bullying in the digital age. American Journal of Psychiatry, 165(6), 780-781.
Ferrer-Estévez, M., & Chalmeta, R. (2021). Integrating sustainable development goals in educational institutions. The International Journal of Management Education, 19(2), 100494.
Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2010). Bullying, cyberbullying, and suicide. Archives of suicide research, 14(3), 206-221.
Jerusalem, M. A., & Hidayati, D. (2024). Peran Guru Kelas dan Orangtua dalam Mencegah Cyberbullying di Sekolah Dasar. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 12(2).
Karsodikromo, Y., Husin, M. R., Razali, A. R., & Hamzah, H. (2020). Buli siber dalam kalangan murid sekolah menengah di daerah Samarahan, Sarawak. Jurnal Pendidikan Bitara UPSI, 13(2), 38-47.
Keith, S., & Martin, M. E. (2005). Cyber-bullying: Creating a culture of respect in a cyber world. Reclaiming children and youth, 13(4), 224.
Kowalski, R. M., Giumetti, G. W., Schroeder, A. N., & Lattanner, M. R. (2014). Bullying in the digital age: a critical review and meta-analysis of cyberbullying research among youth. Psychological bulletin, 140(4), 1073.
Lestari, L. P., Shafira, A., Astuti, D. F., & Christina, N. (2023). Pengaruh Digital Cyber Citizenship Terhadap Perilaku Bullying di Kalangan Remaja. Nusantara Hasana Journal, 3(1), 92-97.
Mappasere, S. A., & Suyuti, N. (2019). Pengertian penelitian pendekatan kualitatif. Metode Penelitian Sosial, 33, 1-10.
Miller, D. (2022). Can Holistic Education Solve the World’s Problems: A Systematic Literature Review. Sustainability, 14. https://doi.org/10.3390/su14159737
Mishna, F., Saini, M., & Solomon, S. (2009). Ongoing and online: Children and youth's perceptions of cyber bullying. Children and Youth Services Review, 31(12), 1222-1228.
Ni’mah, S. A. (2023, July). Pengaruh cyberbullying pada kesehatan mental remaja. In Prosiding Seminar Sastra Budaya dan Bahasa (SEBAYA) (Vol. 3, pp. 329-338).
Pratiwi, W. R., & Jannah, S. R. (2017). Pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan media sosial pada remaja. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, JIM FKep, 1(2). Retrieved from https://jim.usk.ac.id/FKep/article/view/3887
Rusyidi, B. (2019). Memahami cyberbullying di kalangan remaja. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 2(2), 100–110.
Sikkink, M. F. (1998). International Norm Dynamics and Political Change. International Organization, 887–917.
Sugiyono. (2014). Metode Pengabdian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & DCetakan ke-21. Bandung: CV Alfabeta.
Syah, R., & Hermawati, I. (2018). Upaya Pencegahan Kasus Cyberbullying bagi Remaja Pengguna Media Sosial di Indonesia The Prevention Efforts on Cyberbullying Case for Indonesian Adolescent Social Media Users. Jurnal PKS Vol, 17(2), 131-146.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nita Rimayanti, Septania Lowisten Manik, Imel Amanda Maharani Batubara, Otniel Widagdo, Hosea Immanuel Manao, Ruy Nahotasih Hutabarat, Rifka Yose Vani, Natasha Prayans Tamariska, Elsi Christiani br Ginting, Tia Okta Ramadani, Nadia Nadia, Bintang Ramadan Dyni Putra, Bagas Maulana Hutagalung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














