Edukasi tentang Pemberian Makanan Bayi dan Balita (PMBA) sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Authors

  • Endang Sri Wahyuni Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia
  • Bertalina Bertalina Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia
  • Nawasari Indah P S Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia
  • Usdeka Muliani Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.3146

Keywords:

edukasi, PMBA, stunting

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh sebagai akibat kekurangan gizi kronis. Kekurangan gizi pada periode usia 0-2 tahun bersifat irreversible, dapat berdampak pada perkembangan kognitif serta risiko terkena penyakit degeneratif ketika dewasa. Ketepatan pemberian makan saat usia tersebut sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pemenuhan kebutuhan gizi setelah bayi dilahirkan dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan MPASI. Pemberian MPASI yang tepat waktu dan tekstur, adekuat, aman, dan responsif pada periode ini dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu, BKB tentang pemberian makanan bagi bayi dan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi, diskusi dan tanya jawab. Peserta edukasi berjumlah 380 orang terdiri atas kader posyandu, ketua tim penggerak PKK, kader BKB yang terbagi menjadi 4 kelompok dan berasal dari 15 kabupaten/kota. Peserta antusias selama mengikuti edukasi. Pertanyaan lisan yang diajukan narasumber di akhir penyampaian materi, dapat dijawah oleh peserta. Beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta pada setiap sesi penyampaian materi. Pertanyaan yang diajukan peserta terutama terkait masalah yang dihadapinya di lapangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisha, A., Rosita, R., & Agustasari, K. I. (2025). Riwayat Pemberian MPASI (6-24 bulan) Mempengaruhi Perilaku Picky Eating Anak Usia Prasekolah. Journal of Issues in Midwifery, 9(1), 37–45. https://doi.org/10.21776/ub.joim.2025.009.01.5

Baldassarre, M., Panza, R., Cresi, F., Salvatori, G., Corvaglia, L., Aceti, A., & ..... (2023). Complementary feeding in preterm infants: a position paper by Italian neonatal, paediatric and paediatric gastroenterology joint societies. Italian Journal of Pediatrics, 48(1), 143. https://doi.org/10.3760/cma.j.issn.2096-2932.2023.04.016

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal and Child Nutrition, 14(4), 1–10. https://doi.org/10.1111/mcn.12617

de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal and Child Nutrition, 12, 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231

Giles, J., & Satriawan, E. (2015). Protecting child nutritional status in the aftermath of a financial crisis: Evidence from Indonesia. Journal of Development Economics, 114(8721), 97–106. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2014.12.001

IDAI. (2015). Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. In Indonesian Pediatric Society (IDAI) (pp. 15–17). Diakses dari: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita

IDAI. (2017). Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi? (pp. 15–17). Diakses dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi

Jannah, M. E., Desi, Suaebah, Ginting, M., & Sulistyaningsih, I. (2022). Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Instagram Bertema Empat Pilar Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Gizi Remaja Putra. Pontianak Nutrition Journal, 5(2), 211–215. https://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/PNJ/index

Kemenkes. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS).

Kemenkes. (2020). Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk pada Balita (pp. 1–120). https://drive.google.com/file/d/1Rmv9FibaLElB5glwoBkDGwGni7yi5NdR/view

Kemenkes. (2022). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting (pp. 1–52). Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/pnpk-2022---tata-laksana-stunting

Kemenkes. (2023). Protein Hewani Cegah Stunting (pp. 8–9). https://ayosehat.kemkes.go.id/protein-hewani-cegah-stunting

Kemenkes. (2024). Batasi Gula dan Garam untuk MPASI (pp. 15–18). https://kemkes.go.id/id/batasi-gula-dan-garam-untuk-mpasi

Kemenkes RI. (2021). Buku Saku Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Kader. In Kementrian Kesehatan RI. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

Kemenkes RI. (2023). Survey Kesehatan Indonesia (SKI). In Kemenkes (pp. 1–68).

Kementerian Sekretariat Negara. (2020). Apa itu Stunting? In Kementerian Sekretariat Negara RI (pp. 1–7). Diakses dari: https://Stunting.go.id/wp-content/uploads/2020/09/FAQ-Serial-Apa-itu-Stunting-Final.pdf

Kementerian Sekretariat Negara. (2023). Presiden Targetkan Angka Stunting di Indonesia Turun hingga 14 Persen pada 2024. In Kementerian Sekretariat Negara (pp. 1–6). https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_targetkan_angka_stunting_di_indonesia_turun_hingga_14_persen_pada_2024

Kuźniar, J., Kozubek, P., & Gomułka, K. (2024). Differences in the Course, Diagnosis, and Treatment of Food Allergies Depending on Age-Comparison of Children and Adults. Nutrients, 16(9). https://doi.org/10.3390/nu16091317

Nidaa, I., & Hadi, E. N. (2022). Inisiasi menyusu dini (IMD) sebagai upaya awal pemberian ASI eksklusif: scoping review. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 6(2), 58–67. https://doi.org/10.32536/jrki.v6i2.221

Oresti, S., & Handiny, F. (2023). Praktik Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 12-59 Bulan. Jik Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 457. https://doi.org/10.33757/jik.v7i2.966

Pemerintahan Kabupaten Bantul. (2023). Anak Bertubuh Pendek Belum Tentu Stunting, Ini Penjelasannya. Halodoc, April, 1–6.

PERSAGI, & AsDI. (2025). Penuntun diet dan terapi gizi anak. Jakarta: EGC.

Sartika, D., Munawarah, M., & S, M. I. (2024). Pengaruh konsumsi makanan bergizi pada balita terhadap stunting. Journal of Nursing Practice and Education, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.34305/jnpe.v5i1.1370

Sumarti, Salma, W. O., & Binekada, M. C. (2024). Hubungan Asupan Gizi Makro Terhadap Status Gizi Balita Stunting di. Jurnal Gizi Ilmiah, 11(2), 1–8. https://jurnal.karyakesehatan.ac.id/JGI/index

Vale, S. L., Lobb, M., Netting, M. J., Murray, K., Clifford, R., Campbell, D. E., & Salter, S. M. (2021). A systematic review of infant feeding food allergy prevention guidelines – can we AGREE? In World Allergy Organization Journal (Vol. 14, Issue 6). https://doi.org/10.1016/j.waojou.2021.100550

WHO. (2024). Joint child malnutrition estimates (pp. 7–8). https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimates-unicef-who-wb

World Health Organization. (2018). World Health Organization. Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. World Health Organization; 2018. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/260202/9789241513647-eng.pdf

Downloads

Published

2025-09-29

How to Cite

Wahyuni, E. S., Bertalina, B., P S, N. I., & Muliani, U. (2025). Edukasi tentang Pemberian Makanan Bayi dan Balita (PMBA) sebagai Upaya Pencegahan Stunting . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(7), 3783–3790. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i7.3146

Issue

Section

Articles