Pemberdayaan Kelompok Tani Fajar Baru Melalui Teknologi Sederhana Pembuatan POC Berbasis Limbah Panen
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3329Keywords:
Pemberdayaan, Kelompok Tani, POC, Limbah Panen, KaroAbstract
Program pemberdayaan kelompok tani Fajar Baru di Desa Lau Gumba, Berastagi, dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan memanfaatkan limbah panen sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh mahalnya harga pupuk dan dampak ekologis dari penggunaan herbisida dan pembakaran limbah panen. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan, praktik langsung, serta pemberian alat komposter sederhana berbasis teknologi lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah menjadi POC, pengurangan biaya produksi hingga 30%, serta perbaikan kondisi tanah secara signifikan. Secara ekonomi, petani mulai memproduksi dan menjual POC, menciptakan sumber pendapatan baru. Dari aspek lingkungan, program ini mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam seluruh tahapan. Kegiatan ini selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 dan 12. Temuan ini menunjukkan bahwa POC berbasis limbah panen bukan hanya solusi teknis, tetapi juga strategi transformasi sosial-ekologis untuk kemandirian pertanian. Keberlanjutan program bergantung pada sinergi antar petani, akademisi, pemerintah, dan pasar lokal.
Downloads
References
Abidin Z, Rohman M. (2020). Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pembuatan Pupuk Organik. Community Development Journal, 1(2):89–94.
Adegaye AC, et al. (2023). Effects of two commonly used herbicides on soil microbial activity under conservation tillage. Environmental Advances, 13:100424.
Azhimah F, et al. (2023). Sosialisasi dan Aplikasi Pembuatan Biosaka di Lahan Hortikultura. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(5):216–24.
Christy J, et al. (2022). Pengelolaan Sampah Berbasis Komposter untuk Remaja. JMM, 6(3):1831.
Haloho RD, et al. (2022). Analisis Kepuasan Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Panen Sayuran. AGRIMOR, 7(4):165–9.
Kurniawati A, et al. (2023). Opportunities and challenges of bio-based fertilizers. Organic Agriculture, 13:335–50.
Lutfia C, et al. (2023). Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair. PKM Politeknik MBP.
Lutfia Saragih CL, et al. (2022). Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sayur dan Buah. JADM, 3.
Marini M, et al. (2020). Cadmium control in European arable soils. Sci Total Environ, 745:140876.
Martauli ED, et al. (2023). Pemanfaatan Limbah Tomat Sebagai Pupuk Organik.
Mathias M, et al. (2020). Challenges of organic agriculture in compost production. Bioscience Journal, 36.
Nufus M, et al. (2021). Kemandirian Pupuk untuk Pertanian Organik.
Perdana P, et al. (2020). Farmers’ Willingness to Continue Corporate Farming Programs. Agro Ekonomi, 31(1).
Reflis, et al. (2023). Biosaka Pengembangan Pertanian Organik. Community Dev J, 4(2):2939–45.
Santoso AD, et al. (2023). Sustainability index analysis of organic fertilizer production. Global J Environ Sci Manage, 9(SI):193–218.
Sari HA. (2024). Inovasi POC dari Limbah Sayur untuk Pertanian Berkelanjutan. Kumparan.com.
Setsoafia ED, et al. (2022). Effects of sustainable agricultural practices on farm income. Agricultural and Food Economics, 10(1).
Sinaga R, et al. (2021). Komposter untuk Generasi Z di Panti Asuhan. JADM, 2.
Zhu L, et al. (2021). Effects of burning harvested residues on microbial communities. Applied Soil Ecology, 158:103796.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fauzul Azhimah, Chaula Lutfia Saragih, Wajib Pandia, Sareyanti Br Ginting, Abdul Rigil Salman Sembiring, Raymonta Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












