Edukasi Sistem Pengusir Nyamuk Otomatis Sebagai Upaya Preventif Penyebaran Penyakit DBD Di Lingkungan Sekolah

Authors

  • Ita Mubarokah Universitas Pamulang, Indonesia
  • Thia Anissa Universitas Pamulang, Indonesia
  • Amin Widodo Universitas Pamulang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3352

Keywords:

DBD, Aedes aegypti, edukasi kesehatan, ultrasonik, Arduino, pemberdayaan siswa

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Serang, Banten. Peningkatan kasus yang signifikan dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa upaya pencegahan konvensional seperti gerakan 3M dan fogging belum sepenuhnya efektif. Rendahnya kesadaran masyarakat, terutama di kalangan remaja dan pelajar, turut memperparah risiko penularan penyakit berbasis vektor ini. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 3 Kota Serang dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan teknologi tepat guna. Inovasi yang dikembangkan berupa alat pengusir nyamuk berbasis gelombang ultrasonik dengan mikrokontroler Arduino. Alat ini dirancang untuk menghasilkan frekuensi suara yang tidak terdengar oleh manusia, tetapi mampu mengganggu kenyamanan dan sistem navigasi nyamuk, sehingga menurunkan populasinya di sekitar area sekolah. Kegiatan ini mencakup tiga tahap utama, yaitu edukasi kesehatan, pelatihan perakitan dan pemrograman alat, serta evaluasi efektivitas sistem yang diterapkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi ultrasonik tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah nyamuk, tetapi juga membangkitkan kesadaran siswa terhadap pentingnya lingkungan bersih dan sehat. Kolaborasi antara edukasi dan teknologi sederhana terbukti efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat sekolah dalam mendukung upaya pencegahan DBD secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulrahman, F. (2020). Hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap PSN dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Tangerang. Poltekes Jakarta II.

Aji, P., & Setiawan, R. (2019). Rancang bangun alat pengusir nyamuk berbasis gelombang ultrasonik menggunakan mikrokontroler. Jurnal Teknologi Elektro, 10(1), 45–53. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/jte

Aryati. (2017). Demam Berdarah Dengue (Edisi 2). Surabaya: Airlangga University Press.

Aryu Candra. (2010). Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator.

Badriah, L. (2019). Hubungan pengetahuan, sikap, dan karakteristik tempat perindukan nyamuk dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Ponorogo. STIKES Bhakti Husada Mulia.

Dewi, S., & Terang, U. J. S. (2011). Entomologi Kesehatan: Arthropoda Pengganggu Kesehatan dan Parasit yang Dikandungnya. Jakarta: UI-Press.

Dwipayani, I. D. A. M. A. (2018). Hubungan sikap dan perilaku ibu rumah tangga dengan keberadaan jentik Aedes sp. di Denpasar Selatan. Poltekes Kemenkes Denpasar.

Karyanti, M. R., & Hadinegoro, S. R. (2016). Perubahan epidemiologi demam berdarah dengue di Indonesia. Sari Pediatri, 10(6), 424–432. https://saripediatri.org

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/

Mau, F., Ira, I. P., & Bule Sopi. (2014). Demam berdarah dengue dan transmisi transovarial virus dengue pada Aedes spp. Jurnal Penyakit Bersumber Binatang, 2(1), 3–4.

Misriyah et al. (2017). Pedoman Survei Entomologi Demam Berdarah Dengue dan Kunci Identifikasi Nyamuk Aedes. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya.

Novrianti, T., & Chandra, E. (2021). Studi keberadaan jentik nyamuk Aedes sp. di Jambi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Ruwa Jurai, 15(1), 34–39.

Sitepu, F. Y., & Supriyadi, T. (2013). Evaluasi program pengendalian dan pencegahan DBD di Sumatra Utara. Balaba, 9(1), 1–6.

Soedarto. (2012). Demam Berdarah Dengue. Jakarta: CV Sagung Seto.

Sucipto, C. D. (2011). Vektor Penyakit Tropis. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Susanty, N., Tahlil, T., & Ismail, N. (2017). Pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu-ibu rumah tangga pada wabah DBD di Banda Aceh. Jurnal Ilmu Kebencanaan, 4(3), 105–110.

WHO SEARO. (2011). Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever. New Delhi: WHO Regional Office for South-East Asia.

Widiyaning, M. R., Syamsulhuda, B. M., & Widjanarko, B. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan DBD di Purworejo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 761–769.

Widoyono. (2011). Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

World Health Organization (WHO). (2022). Vector-borne diseases. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/vector-borne-diseases

Downloads

Published

2025-11-10

How to Cite

Mubarokah, I., Anissa, T., & Widodo, A. (2025). Edukasi Sistem Pengusir Nyamuk Otomatis Sebagai Upaya Preventif Penyebaran Penyakit DBD Di Lingkungan Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(9), 4741–4750. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3352

Issue

Section

Articles