Pengembangan Inovasi Pengelolaan Limbah Budi Daya Rumput Laut Melalui Pemberdayaan Komunitas Menuju Desa Wisata Mandiri di Pantai Amal Kota Tarakan

Authors

  • Hasrullah Hasrullah Universitas Borneo Tarakan, Indonesia
  • Ahmad Hernadi Universitas Borneo Tarakan, Indonesia
  • Muhammad Firdan Nurdin Universitas Borneo Tarakan, Indonesia
  • Amrullah Taqwa Universitas Borneo Tarakan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3442

Keywords:

Pengelolaan Limbah, Rumput Laut, Adaptasi Perubahan Iklim, Pemberdayaan Komunitas, Desa Wisata

Abstract

Kawasan pesisir Pantai Amal, Kota Tarakan, menghadapi permasalahan ganda yang kompleks, melimpahnya limbah biomassa budi daya rumput laut yang belum terkelola sehingga menurunkan kualitas lingkungan, serta meningkatnya ancaman dampak perubahan iklim seperti abrasi dan cuaca ekstrem. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan hasil program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang menawarkan solusi terintegrasi melalui pemberdayaan komunitas. Metode pelaksanaan PkM menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra (kelompok pembudidaya) secara aktif dalam empat tahapan: (1) analisis situasi dan identifikasi kebutuhan prioritas, (2) pelatihan dan lokakarya inovasi teknologi tepat guna untuk mengolah limbah rumput laut menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk organik cair, (3) implementasi aksi adaptasi perubahan iklim berbasis alam (Nature-based Solutions) melalui penanaman mangrove di zona rawan abrasi, dan (4) pendampingan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kesimpulan dari program ini menunjukkan keberhasilan signfikan, diman terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis mitra dalam mengolah limbah, yang dibuktikan dengan dihasilkannya dua unit produk prototipe teknologi inovasi berupa rak pengeringan tenaga surya (solar dryer portable) dan mesin pencacah biomassa (chopper). Selain itu, telah terlaksana penanaman 1000 bibit mangrove dan kegiatan aksi bersih lingkungan yang merupakan salah satu program kerja paling mendasar dan vital bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang siap merintis paket eduwisata. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara inovasi pengelolaan limbah (circular economy) dan aksi adaptasi iklim merupakan fondasi yang kuat untuk mewujudkan Desa Wisata Mandiri di Pantai Amal.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astor, Y. (2013). Kajian Kerentanan Perubahan Iklim di Kota Tarakan. Jurnal Konstruksi, 1(1), 21–30.

Cahyati, A., Widiastuti, R., & Handayani, T. (2020). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi pengolahan limbah Eucheuma cottonii menjadi pupuk organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kelautan dan Perikanan, 1(2), 99–108.

Erwinsyah, M. (2018, Maret 19). Pantai Amal Abrasi, Perlahan Warga Memilih Pergi. Radar Tarakan.

Handoko, R. P., & Prasetio, A. B. (2021). Peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mewujudkan kemandirian desa wisata berbasis eco-tourism. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 45–56.

Irawan, B. T. (2018). Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Gadjah Mada University Press.

Kurniawan, E. (2020). Strategi Pembangunan Desa Wisata. Literasi Nusantara.

Listiyani, N. (2022). Analisis keberlanjutan budi daya rumput laut pasca-implementasi kebijakan pengelolaan limbah di Kota Tarakan [Tesis Magister Ilmu Lingkungan]. Universitas Borneo Tarakan.

Nurhidayah, F., & Hidayat, R. (2022). Potensi limbah rumput laut (Gracilaria sp.) sebagai substitusi pakan tambahan pada ternak ruminansia. Jurnal Ilmu Nutrisi Ternak, 6(2), 88–97.

Parwata, I. G. A., Santosa, I. G. N., & Dewi, K. S. (2019). Pemanfaatan limbah rumput laut sebagai bahan baku kerajinan bernilai jual tinggi. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 8(3), 195–204.

Rachman, F., & Hidayat, A. (2023). Model adaptasi perubahan iklim pesisir: Kajian implementasi penanaman mangrove di Pantai Amal. Jurnal Konservasi Lingkungan, 12(4), 310–325.

Santoso, E. B., & Wijaya, K. A. (2022). Penguatan kapasitas kelembagaan lokal (Pokdarwis) sebagai kunci keberhasilan pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan, 4(2), 158–170.

Sari, R. T., & Setiawan, I. (2021). Implementasi Nature-based Solutions (NbS) dalam mitigasi risiko abrasi pantai melalui restorasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir. Jurnal Ilmu Kelautan, 26(4), 187–200.

Suryani, N., Purwanto, B., & Setiawan, D. (2020). Pengembangan Ekonomi Biru Berbasis Budi Daya Rumput Laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan. https://kkp.go.id/publikasi/ekonomi-biru-rumput-laut

Wibowo, A., Santosa, S., & Lestari, H. (2022). Peran ekosistem mangrove sebagai sabuk hijau alami dan strategis adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(1), 1–15.

Downloads

Published

2025-11-26

How to Cite

Hasrullah, H., Hernadi, A., Nurdin, M. F., & Taqwa, A. (2025). Pengembangan Inovasi Pengelolaan Limbah Budi Daya Rumput Laut Melalui Pemberdayaan Komunitas Menuju Desa Wisata Mandiri di Pantai Amal Kota Tarakan . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(9), 5081–5088. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3442

Issue

Section

Articles