Pemberdayaan Ibu - Ibu PKK Sukorejo Dalam Pengolahan Empon - Empon Menjadi Minuman Berkhasiat Untuk Menjaga Imunitas Tubuh
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i7.354Keywords:
empon-empon, kearifan lokal, pemberdayaanAbstract
Pemanfaatan empon-empon sebagai minuman kesehatan sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam memelihara kesehatan keluarga dan masyarakat. Empon-empon biasa ditanam di pekaranag sebagai tanaman obat keluarga (TOGA) atau apotek hidup. Kebun TOGA di tiap pekarangan warga di wilayah RT02/RW05 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang saat ini sudah dikembangkan dengan baik. Namun, muncul permasalahan bahwa warga RT02/RW05 masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan empon-empon menjadi minuman yang bermafaat dalam menjaga imunitas tubuh, mengingat kondisi pasca pandemi Covid-19 harus tetap menjaga imunitas tubuh. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pemberdayaan ibu-ibu PKK RT02/RW05 dalam pengolahan produk minuman berbasis empon-empon, meliputi a) penyuluhan tentang potensi tanaman empon-empon untuk menjaga imuniats tubuh, b). pelatihan bagi ibu-ibu PKK RT02/RW 05 tentang cara mengolah empon-empon menjadi berbagai minuman untuk menjaga imunitas tubuh, d) Pendampingan cara pengolahan empon-empon menjadi minuman untuk menjaga imunitas tubuh. Keberhasilan dari program ini diharapkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK RT 02/ RW 05 dalam Pengolahan Produk Minuman Berbasis empon-empon. serta kemandirian dalam pemenuhan pengobatan tradisonal. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan Kesimpulan : pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK RT02/RW05 Sukorejo Gunungpati, Semarang mengalami peningkatan dalam mengolah empon-empon menjadi minuman yang berkhasiat bagi kesehatan.
Downloads
References
Duaja M.D., Kartika E., Mukhlis F. (2011). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita dalam Pemanfaatan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kecamatan Geragai. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, No. 52. Hal 74 – 79.
Helni. (2015). Pengaruh Metode CBIA(Cara Belajar Ibu Aktif) Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pada SwamedikasiDi Kota Jambi, Skripsi, FKIK. Universitas Jambi.
Nurzijah, I., Putri, D. D. P., Rivanti, E., & Meiyanto, E. (2012). Secang (Caesalpinia sappan L.) Heartwood Ethanolic Extract Shows Activity as Doxorubicin Co-chemotherapeutic Agent by Apoptotis Induction on T47D Breast Cancer Cells. Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention, 3(2), 376. https://doi.org/10.14499/indonesianjcanchemoprev3iss2pp376-383
PK-LIPI. (2004). Ketahanan Pangan, Kemiskinan Dan Demografi Rumah Tangga. Seri
Rachman, F. (2008) Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tunggal dan Kombinasinya dari Tanaman Curcuma spp. Jurnal ilmu kefarmasian indonesia, 6(2): 69-74.
Savitri A. (2016). Tanaman Ajaib Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Mengenali Ragam dan Khasiat TOGA Meramu Jamu Tradisional/ Herbal dengan TOGA. Bibit Publisher, Depok.
Yanishlieva, N. V., Marinova, E., & Pokorný, J. (2006). Natural antioxidants from herbs and spices. European Journal of Lipid Science and Technology, 108(9), 776–793. https://doi.org/10.1002/ejlt.200600127
Yuniastuti A., Nugrahaningsih W.H. , Noor A.H., Talitha W., Tyas A.P., Fitri A.S. (2020). Identifikasi dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga di Masyarakat Desa Sukorejo Gunungpati, Semarang. Jurnal Abdidas 2(1):135-141.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ari Yuniastuti, Nugrahaningsih WH, Talitha Widiatningrum, Siti Alimah, F. Putut Martin HB, Fitri Arum Sasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












