Pelatihan Kader Posyandu Deteksi Dini Stunting

Authors

  • Rosdiana Syakur Universitas Indonesia Timur Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.423

Keywords:

Stunting, Kader, Posyandu, Penyuluhan, Pelatihan

Abstract

Hasil riset kesehatan dasar 2018 menunjukkan bahwa sulawesi selatan menempati urutan keempat penderita stunting terbanyak di Indonesia setelah NTT, NTB, dan Sulawesi Tenggara. Kabupaten Takalar adalah daerah di Sulawesi Selatan dengan prevalensi stunting cukup tinggi yakni 33,3 % pada tahun 2017. Desa Bontokadatto merupakan bagian dari Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar memiliki 7 posyandu dengan 35 kader posyandu, namun sebagian besar merupakan kader yang tidak terlatih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan Kader Posyandu tentang stunting , meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu tentang cara mengukur berat badan dan tinggi badan balita dan terselenggaranya buku pegangan yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan standar pengukuran tinggi badan dan berat badan dalam pencegahan dan deteksi dini stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan dengan simulasi dengan pendekatan partisipasi aktif. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan terlihat bahwa penyuluhan dan  pelatihan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan kader Posyandu yang dilatih pada kategori baik sebesar 57,14 %. Kesimpulan : Penyuluhan dan Pelatihan yang dilakukan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu  dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai deteksi dini stunting

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryastami, N. K., Shankar, A., Kusumawardani, N., Besral, B., Jahari, A. B., & Achadi, E. (2017). Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutrition, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.1186/s40795-017-0130-x

Bloem, M. W., de Pee, S., Hop, L. T., Khan, N. C., Laillou, A., Minarto, Moench-Pfanner, R., Soekarjo, D., Soekirman, Solon, J. A., Theary, C., & Wasantwisut, E. (2013). Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: lessons from the ASEAN countries workshop. Food and Nutrition Bulletin, 34(2 Suppl), 8–16. https://doi.org/10.1177/15648265130342s103

Hossain, M., Choudhury, N., Abdullah, K. A. B., Mondal, P., Jackson, A. A., Walson, J., & Ahmed, T. (2017). Evidence-based approaches to childhood stunting in low and middle income countries: A systematic review. Archives of Disease in Childhood, 102(10), 903–909. https://doi.org/10.1136/archdischild-2016-311050

Jesmin, A., Yamamoto, S. S., Malik, A. A., & Haque, M. A. (2011). Prevalence and determinants of chronic malnutrition among preschool children: A cross-sectional study in Dhaka City, Bangladesh. Journal of Health, Population and Nutrition, 29(5), 494–499. https://doi.org/10.3329/jhpn.v29i5.8903

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Riskesdas.

Proverawati, A. and Misaroh, S. (2010) ‘Janin D. I. H. Y. N. Medika. (2010). Janin dan Ibu Hamil. Nuha Medika.

Syakur, R. (2021). The Impact of Zinc Supplementation During Pregnancy to Prevent Low Birth Weight and Stunting: A Systmatic Review. IC-HalalUMI.

Syakur, R., Musaidah, M. M., & Handayani, N. (2023). Risk Factors for Stunting in Toddlers in the Public Health Center Working Area Embo Jeneponto, South Sulawesi. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(9), 7685–7690. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i9.5266

Downloads

Published

2023-11-04

How to Cite

Syakur, R. (2023). Pelatihan Kader Posyandu Deteksi Dini Stunting . Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 1777–1782. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.423

Issue

Section

Articles