Program Edu-Coffeepreneur Untuk Meningkatkan Minat Remaja Putus Sekolah Menjadi Pencipta Lapangan Kerja Di Desa Tingkeum Kecamatan Nisam
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.483Keywords:
Edu-Coffeepreneur, Minat, Remaja, WirausahaAbstract
Tingginya jumlah remaja putus sekolah di Desa Tingkeum Kecamatan Nisam dapat meningkatkan potensi kriminalitas di daerah ini. Mereka sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak memenuhi kualifikasi pendidikan.. Jika hal ini dibiarkan, akan memunculkan permasalahan lanjutan seperti kemiskinan, pengguna narkoba, dan stunting. Permasalahan inilah yang menjadi alasan bagi pengusul untuk merubah paradigma pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah meningkatkan minat remaja putus sekolah sebagai pencipta lapangan kerja/wirausaha melalui Progran Edu-Coffeepreneur. Metode kegiatan dirancang dalam bentuk pelatihan dan pedampingan melalui pendekatan partisipasif dan mangacu pada proses pembelajaran orang dewasa (adult-learning) dengan sistem Oriented-Project Planning (OPP).Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat terbagi menjadi 4 tahapan yakni: (a) pemberian motivasi, (b) pelatihan pengenal jenis sarana produksi pengolahan kopi, (c) pelatihan proses pengolahan kopi yang terdiri dari sortasi, cupping test, pengemasan, pengepakan, dan (d) pelatihan cara memilih segmentasi pasar. Jenis Luaran kegiatan pengabdian ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian internasional published artikel di media massa cetak/online dengan status published, (3) video kegiatan dengan status uploaded, (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) produk olahan kopi dengan status completed.
Downloads
References
Anisa A, Solomon WK, Solomon A. 2017. Optimization of roasting time and temperature for brewed hararghe coffee (Coffea Arabica L.) using central composite design. Int Food Res J. Vol 24(6):2285–94.
Bagio B, Kembaren ET, Manyamsari I. 2021. Analisis Nilai Tambah Biji Kopi Arabika Premium Bersertifikat Organic dan Biji Kopi Arabika Premium Tanpa Sertifikat Organik di Aceh Tengah. J JASc.Vol. 04(02):94–9.
Fadli F, Suryadi, Tambarta E. 2020. Kendala Pemasaran Kopi Arabika Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Aceh Tengah. J bisnis tani. Vol 6(2):115–22.
Fadli, Suryadi, Tambarta E, Bustami, Rizal. 2022. Economic Rehabilitation With Greenhouse Drying System of Coffee Beans During Pandemic in Gampong Reuleut Timu, Muara Batu District, North Aceh. J Irpitage. Vol 2(1):25–32.
Fadli, Tambarta E, Sinta I. 2021. Improvement Of Marketing Strategy With Video Promotion Training. J Irpitage. Vol 2(1): :33–8
Kembaren ET, Windirah N. 2021. Obstacles To Development Of Gayo Arabica Coffee Commodity In Bener Meriah Regency. J Agri Socio Econ Bus. Vol. 3 (2) : 99–108.
Maspul KA. 2021. Keberlanjutan Dalam Keterampilan Barista: Monitor dan Evaluasi dari Pengetahuan Barista Terhadap Kopi Spesial di The Coffee Lab Dubai 2021. J JANAKA. Vol. 2 (2) : 26–40.
Kembaren ET, Muchsin. 2021. Pengelolaan Pasca Panen Kopi Arabika Gayo Aceh. J Visioner dan Strategy. Vol. 10 (1) : 29–36.
Yulisda D, Aulia R. 2021. Sistem Informasi Pembuatan Surat Berbasis Web. Sisfo J Ilm Sist Inf. Vol. 5 (2) : 53–9
Zahara H, Fadli F, Tambarta E, Sinta I. 2021. Improving Working Age Youth Entrepreneurs Skills With Product Quality Improvement Training and Cupping Coffee Tests To Face New Normal Challenges in North Aceh. J Irpitage . Vol. 2 (1) : 7–14.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Emmia Tambarta Kembaren, Desvina Yuslida, Ade Firmansyah Tanjung, Sekar Safitri, Sulistianto Sulistianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












