Deteksi Dini Penurunan Tajam Penglihatan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di SDN 64 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Sri Ariyanti Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Indonesia
  • Tri Wahyuni Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Indonesia
  • Hidayah Hidayah Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.489

Keywords:

deteksi dini, penurunan, penglihatan, siswa, sekolah dasar

Abstract

Kelainan tajam penglihatan tidak jarang terjadi pada anak usia sekolah dasar yang disebabkan oleh faktor lingkungan belajar yang tidak baik seperti membaca tulisan di papan tulis dengan jarak terlalu jauh tanpa pencahayaan yang memadai, posisi membaca dengan jarak terlalu dekat, sarana prasarana sekolah yang tidak ergonomis saat belajar mengajar, serta faktor penggunaan gadget melebihi frekuensi . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi penurunan tajam penglihatan pada anak usia sekolah. Deteksi dini ini dilakukan pada 44 anak usia sekolah dasar di SDN 64 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan metode pemeriksaan visus mata menggunakan snallen test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 44 anak usia sekolah, 18,2% mengalami penurunan tajam penglihatan (low vision) dan 81,8% dalam kategori normal. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan, bahwa deteksi dini penurunan tajam penglihatan mampu memberikan gambaran kondisi tajam penglihatan pada anak usia sekolah dasar sehingga perlu dipertimbangkan untuk menerapkan edukasi dan diskusi kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan mata pada anak usia sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Darmawiyah, S., & Noventi, I. (2019). Ketajaman Penglihatan Pada Anak Usia Sekolah Dasar di RW 10 Desa Kramat Jegu Taman Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2), 82–89.

Gama, A. W. (2019). Skrining Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus) Pada Anak Sekolah Dasar Kelas V Di Lingkup Kerja Puskesmas Matirodeceng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 3(2), 30. https://doi.org/10.24252/alami.v3i2.9497

Gustian Sobry. (2017). Peran Smartphone Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak. 2(2), 24–29.

Irsyada, R., Priyono, B., & Suripto, A. W. (2019). Sekolah Dasar. 25(3), 121–124.

Insani, Y. (2018). Hubungan Jarak Mata dan Intensitas Pencahayaan terhadap Computer Vision Syndrome. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 4(2), 153. https://doi.org/10.29241/jmk.v4i2.120

Julita, J. (2018). Pemeriksaan Tajam Penglihatan pada Anak dan Refraksi Siklopegik: Apa, Kenapa, Siapa? Jurnal Kesehatan Andalas, 7(Supplement 1), 51. https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.771

Kemenkes RI. (2017). Hasil Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran 2013-2016 Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Mokoginta, S. N., Marsiati, H., Indriawati, A., & Susmiarsih, T. P. (2017). Prevalensi Kelainan Refraksi pada Siswa SD Negeri 09 Pagi Tanah Tinggi Jakarta Pusat The Prevalence of Refractive Disorder in Students of State Elementary School 09 Tanah Tinggi of Central Jakarta. 4(1), 30–35.

Porotu, L. I., Joseph, W. B. S., Sondakh, R. C., Kesehatan,. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketajaman Pada Pelajar Sekolah Dasar Katolik Santa Theresia 02 K. F., Universitas, M., & Ratulangi, S, Manado

Witantra Dhamar Hutami, P. A. W. (2016). Grade students of manggis 1 state elementary school year 2014. 6(1), 102–110.

Downloads

Published

2023-11-30

How to Cite

Ariyanti, S., Wahyuni, T., & Hidayah, H. (2023). Deteksi Dini Penurunan Tajam Penglihatan Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di SDN 64 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 2166–2170. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.489

Issue

Section

Articles