Proses Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Desa (RIPPDes) Tahun 2023-2028 di Desa Wisata Wanasari, Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i11.649Keywords:
pariwisata, desa, perencanaan, desa wisataAbstract
Artikel ini menjelaskan tentang proses penyusunan Rencana Induk Pariwisata Desa (RIPPDes) khususnya pada objek wisata Situ Cileunca dilakukan sebagai upaya menumbuhkembangkan potensi destinasi wisata agar berkontribusi terhadap kehidupan ekonomi Desa Wanasari. Metode dalam penyusunan naskah ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan menganalisis fenomena secara mendalam terkait pengembangan pariwisata pada Objek Wisata Situ Cileunca. Teknik pelaksanaan kegiatannya memalui serangkaian wawancara, studi dokumen dan Focus Group Discusion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan Rencana Induk Pariwisata Desa (RIPPDes) saat ini telah berjalan, namun belum optimal dalam pelaksanaannya. Proses penyusunan RIPPDes difokuskan pada aspek meningkatkan citra positif kawasan. Walaupun demikian penyusunan RIPPDes ini belum mampu secara signifikan berkontribusi terhadap kehidupan ekonomi sosial kawasan. Walaupun demikian, pada aspek sosial telah tampak menciptakan ruang sosial namun belum mampu meningkatkan dinamika sosial kawasan. Sebagai kesimpulan, penyusunan RIPPDes yang dilakukan sudah mampu meningkatkan aksi masyarakat dalam memperbaiki kondisi atau kualitas kawasan menjadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya untuk meningkatkan citra positif kawasan dalam upaya menumbuhkembangkan potensi destinasi wisata.
Downloads
References
Afiyanti, Y. (2008). Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) Sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(01), 58-62.
Arifin, A. P. R. (2017). Pendekatan Community Based Tourism Dalam Membina Hubungan Komunitas di Kawasan Kota Tua Jakarta. Jurnal Visi Komunikasi, 16(01), 111-130.
Gumilar, D., & Mukhsin, D. (2016). Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Gunung Galunggung (Studi Kasus Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 1-11.
Holivina, M., et.al. (2022). Dampak Kebijakan Ekonomi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Bukit Tinggi: Widina Bhakti Persada.
Kurniawan, A. (2020). Tantangan Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Pada Era Digital Di Indonesia (Studi Kasus Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Pangalengan). Journal of Sustainable Tourism Research, 1-10.
Grindle M S. (1997). Getting Good Government Capacity Building in The Public Sectors of Developing Countries. San Fransisco : Harvard University Press
Milen, A. (2004). Pegangan Dasar Pengembangan Kapasitas. Kajarta: Penerbit Pembaruan.
Moleong, L J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Pendit, N S. (2006). Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pradnya Paramita.
Pemda Kabupaten Bandung. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2019-2024
Pitana, I G & Gayatri P G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Ribawanto, H., Rochmah, S., & Rahayu, R. P. (2015). Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengembangkan Pariwisata Di Kabupaten Jombang (Studi Kasus Pada Taman Tirta Wisata Keplaksari Kabupaten Jombang). Jurnal Administrasi Publik, 122-127.
Thalib, U. (2014). Kajian Pembangunan Berbasis Komunitas : Studi Kasus Daerah Maluku. Jurnal Penelitian BPNB Ambon, 1-19.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Slamet U. Ismanto, Tomi Setiawan, Yogi S. Sugandhi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












