Penguatan Pengolahan Sampah Organik melalui Pupuk Organik Cair dan Biopori pada Petani Kampung Nenggeng
DOI:
https://doi.org/10.59837/jpmba.v4i8.5269Keywords:
Biopori, EM4, Pemberdayaan masyarakat, Pupuk Organik Cair, Sampah OrganikAbstract
Pengelolaan sampah organik di RT 03/RW 09 Kampung Nenggeng, Sukabumi, menghadapi kendala berupa belum tertatanya pengelolaan sampah dan belum berlanjutnya praktik pengolahan organik yang sebelumnya dilakukan kelompok petani. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat praktik pengelolaan sampah organik melalui pembuatan pupuk organik cair (POC) berbantuan EM4 dan penerapan lubang resapan biopori. Kegiatan menggunakan metode Sistem Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Kegiatan utama melibatkan lima perwakilan petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat dalam tahapan pembuatan POC, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga penutupan wadah, serta dalam pembuatan dua unit lubang resapan biopori di sekitar tanaman jambu dan jeruk. Kegiatan juga menghasilkan praktik pemanfaatan sampah organik yang dapat diterapkan pada lahan pertanian secara mandiri. Keberlanjutan diarahkan melalui pemanfaatan bahan organik dari lingkungan sekitar dan upaya mengaktifkan kembali kelompok tani sebagai wadah pengelolaan bersama. Keterbatasan kegiatan terletak pada jumlah peserta yang terbatas dan belum adanya pemantauan jangka panjang maupun pengukuran dampak terhadap produktivitas tanaman.
Downloads
References
Abidin, S., Wicaksana, D. S. R., & Fitrasih, R. (2024). Pelatihan Pembuatan Lubang Resapan Biopori untuk Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos di Desa Beseran. Jurnal Bina Desa, 8(2), 181–188. https://doi.org/10.15294/jurnalbinadesa.v8i2.13094
Arifin, M. N., & Fadly, W. (2022). Pelatihan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik cair dengan pemanfaatan KOHE. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.46843/jmp.v1i1.264
Baguna, F. L., Tamnge, F., & Tamrin, M. (2021). Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai upaya edukasi lingkungan. Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 131–136. https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i1.32484
Chambers, R. (1996). Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta: Kanisius dan Oxfam.
Darwis, A. M., Manyullei, S., Al Muktadir, M. I., Haq, C. A., Sari, A., & Tasrah, T. N. (2022). Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Sampah Organik Sebagai Reintervensi Masalah Sampah Di Desa Kalukubodo Kabupaten Takalar. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 135–141. https://doi.org/10.55883/jipam.v1i3.22
Destiasari, A., Sumiyati, S., & Istirokhatun, T. (2024). Review Metode Kompos Aerob: Windrow, Takakura dan Composter Bag. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(2), 355-364. https://doi.org/10.14710/jil.22.2.355-364
Fahlevi, A. Y., Purnomo, Z. T., & Mulia Shitophyta, L. (2021). Pembuatan pupuk organik cair dari urine kambing Jawa Randu dan sampah organik rumah tangga. Rekayasa, 14(1), 84–92. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v14i1.7560
Firmansyah, M., Masrun, M., & Yudha S., I. D. K. (2021). Esensi perbedaan metode kualitatif dan kuantitatif. Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156–159. https://doi.org/10.29303/e-jep.v3i2.46
Fridayanti, F., Sururie, R. W., Aziz, R., Uriawan, W., Zulqiah, Z., & Mardiansyah, Y. (2019). Model KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Tantangan dan peluang pelaksanaan. Al-Khidmat: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 24–28. https://doi.org/10.15575/jak.v2i1.4832
Hadisuwito, S. (2012). Membuat pupuk organik cair. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Halawa, N., Duha, F. A., Waruwu, A. S., Waruwu, L. P., Laoli, A., Giawa, B. B., Lawolo, A. J., & Zebua, H. P. (2025). Analisis perbandingan efektifitas pupuk kimia dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian dan Teknologi dalam Ilmu Tanaman, 2(1), 246–256. https://doi.org/10.62951/hidroponik.v2i1.278
Hanafiah, K. A. (2005). Dasar-dasar ilmu tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hidayat, T., Mushawwir An Nur, A., Putrawiguna, R., Yunus, M., Hamzah, N. F., Hasri, Ummas Genisa, M., & Putri Rizal, H. (2023). Pemanfaatan urine kambing pada pembuatan pupuk cair dalam mengurangi expenditure petani. ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.26858/abdi.v1i1.1091
Hidayati, F., Syahmi, R., Suliansyah, I., & Tanjung, H. B. (2025). Adopsi inovasi teknologi pertanian di Indonesia: Tantangan dan alternatif solusi. Agritepa, 12(1), 329–348. https://doi.org/10.37676/agritepa.v12i1.8646
Iskandar, S., Danil, M., & Bella, I. S. (2025). Penerapan teknologi pemisahan limbah padat dan cair pada kandang kambing untuk mendukung peternakan ramah lingkungan. Jurnal Malikussaleh Mengabdi, 4(2), 579–586. https://doi.org/10.29103/jmm.v4i2.25191
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (2025). Menteri Hanif resmikan fasilitas pengolahan sampah terpadu Refuse-Derived Fuel, kurangi ketergantungan pada TPA. https://kemenlh.go.id/news/detail/menteri-hanif-resmikan-fasilitas-pengolahan-sampah-terpadu-refuse-derived-fuel-kurangi-ketergantungan-pada-tpa
Kusumawati, W., & Arofiati, F. (2020). Biopori: Alternatif pencegahan banjir melalui pemberdayaan masyarakat pondok pesantren. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.18196/ppm.32.222
Lidyawati, Z., Saputro, R. A., Agdy, M. R. A. T., Fitriyani, D., & Awalokita, S. (2025). Implementasi Teknologi Biopori untuk Pengelolaan Air dan Sampah Organik di Desa Air Gantang. Joong-Ki: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1480–1489. https://doi.org/10.56799/joongki.v4i4.11463
Meilani, S. S., Kartika, W., & Navanti, D. (2020). Peningkatan resapan air hujan dan reduksi sampah organik di wilayah permukiman dengan pembuatan lubang resapan biopori. Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 63–68. https://doi.org/10.31599/jstpm.v1i2.431
Nurdin, N., Adhya, I., Herlina, N., Supartono, T., & Hendrayana, Y. (2024). Teknologi eco enzyme pada pembuatan pupuk organik cair (POC) urin kambing. Journal of Innovation and Sustainable Empowerment, 3(2), 72–78. https://doi.org/10.25134/jise.v3i2.63
Nurnaningsih, W., Supranoto, Herijanto, S., & Tuswati, S. E. (2025). Sosialisasi dan praktek pembuatan POC (pupuk organik cair) urin kambing dan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai ecoenzim. WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 78–84. https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v4i1.336
Priyanti, I., Purnaini, R., & Jumiati, J. (2023). Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan lubang resapan biopori untuk daerah permukiman di Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau. Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan, 7(3), 252–262. https://doi.org/10.26760/jrh.v7i3.252-262
Puspita, D., Sudirman, S., & Budiman, B. (2018). Efektivitas lubang resapan biopori sebagai penguraian sampah organik dan mencegah genangan air di Rumah Sakit Madani. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1). https://doi.org/10.56338/jks.v1i1.340
Safira, A., Lupita, A. H., Kencana, A. G., Suci, T. M., Nabilla, S. A., Ali, I., Fatah, M. A., Dharuqhutni, R. A. A., Fadilah, P., Pratama, D. A., & Rahman, L. H. (2026). Pemanfaatan limbah ternak kambing melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair di Desa Ngaditirto. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 4(7), 3369–3377. https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/view/4967
Sahri, S., Budiani, J. R., Malik, S., & Aqiyyah, Z. (2025). Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos di Desa Ngeper Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(1), 41–49. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3352
Setiawati, I., Nurlaelah, I., Hindriana, A. F., Handayani, Septiawati, A., & Nurdayanti, R. R. (2023). Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani Melalui Sosialisasi Pembuatan EM4 (Effective Microorganism) di Desa Kananga Kabupaten Kuningan. Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 169–177. https://doi.org/10.35877/454RI.mattawang1594
Subula, R., Uno, W. D., & Abdul, A. (2022). Kajian tentang kualitas kompos yang menggunakan bioaktivator EM4 (Effective Microorganism) dan MOL (Mikroorganisme Lokal) dari keong mas. Jambura Edu Biosfer Journal, 4(2), 81–87. https://doi.org/10.34312/jebj.v4i2.7753
Sukmawati, N. M. S., Suniti, N. W., & Sujana, I. N. (2019). Aplikasi teknologi fermentasi dalam pembuatan biostarter berbasis daun dan buah di Desa Antapan Baturiti Tabanan. Buletin Udayana Mengabdi, 18(1), 138–142. https://doi.org/10.24843/BUM.2019.v18.i01.p28
Sulistiono, A. R., & RS, Syamsuddin. (2025). Optimalisasi pengelolaan sampah organik rumah tangga menggunakan bakteri EM4. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(3), 245–264. https://doi.org/10.15575/tamkin.v10i3.49740
Sururie, R. W., Aziz, R., Fridayanti, Mardiansyah, Y., Uriawan, W., & Zulqiyah. (2016). Paradigma dan siklus KKN Sisdamas (Munir, Ed.). Bandung: LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Suryati, T. (2014). Bebas sampah dari rumah: Cara bijak mengolah sampah menjadi kompos dan pupuk cair. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Sutanto, R. (2002). Penerapan pertanian organik. Yogyakarta: Kanisius.
Utami, R. N., Dahniar, D., Susanti, I., & Angka, A. W. (2025). Optimalisasi pemanfaatan urine kambing sebagai pupuk organik cair (POC): Guna mencegah penyebaran pencemaran lingkungan. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 9(6), 4033–4039. https://doi.org/10.31764/jpmb.v9i6.34152
Yusmaman, W. M., Widiyanto, H., Rohmah, S. N., & Akbarsyah, M. A. (2023). Bahaya lingkungan pada open dumping sampah organik perkotaan. Jurnal Bengawan Solo, 2(2), 85–101. https://doi.org/10.58684/jbsv2i2.40
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mulyawan Safwandy Nugraha, Permata Utami, Muhammad Ali Fikri, Muhammad Fahmi Sya’bani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














